Iklan

batampos.co.id – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jendral (Dirjen) Sumber Daya Air hanya mampu mengucurkan APBN 2017 sebesar Rp 7 miliar untuk proyek penanggulangan banjir di Jalan Pemuda. Kucuran dana melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV itu menurun Rp 3 miliar dari usulan Pemko Tanjungpinang sebesar Rp 10 miliar.

Iklan

“Usulan kita Rp 10 miliar untuk tanggulangi banjir di Jalan Pemuda. Tapi yang mampu dikucurkan Kementerian PUPR hanya Rp 7 miliar,” ujar Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah ketika dikonfirmasi, Kamis (23/2).

Meskipun kucuran dana melalui BWS itu menurun, kata Lis, terpenting usulan proyek penanggulangan banjir bisa dilaksanakan tahun ini. Bahkan proyek terbesar dimasa akhir jabatannya ini sudah dilaksanakan pelelangannya.

Mulai April mendatang, lanjut Lis, proyek penanggulangan banjir itu akan dilaksanakaan oleh PT Jaya Kencana Sarana dengan Konsultan Supervisi oleh Tata Bumi Konsultan. Sedangkan pengerjaan tahap pertamanya, difokuskan pembangunan drainase seluas 800 meter.

“Lelangnya sudah. Untuk tahap pertama kita akan bangun drainase dulu dengan dana Rp 7 miliar,” jelasnya.

Setelah pengerjaan tahap pertama selesai, sambung Lis, akan dilanjutkan pembangunan tahap kedua. Diantaranya pembangunan kolam atau sumur retensi, tanggul penutup atau klip pintu pengatur air dan pengadaan pompa penyedot air.

“Tahap kedua akan dilaksanakan tahun depan. Kucuran dananya dari APBN sekitar Rp 10 miliar,” sebutnya.

Sementara itu, Perwakilan dari BWS Sumatera IV Ardananto mengaku akan mengawasi pelaksanaan proyek penanggulangan banjir di Jalan Pemuda. Sebab kucuran dana proyek itu merupakan tanggungjawab instansinya kepada Kementerian PUPR.

“Kami sudah berkoordinas dengan semua lini. Dari kelurahan, kecamatan, TNI dan Polri hingga kejaksaan negeri. Tujuannya agar proyek didanai APBN dapat berjalan lancar tanpa ada penyelewengan,” tegasnya.

Dari hasil survei BWS Sumatera IV, kata Ardananto, penyebab banjir disekitar jalan Pemuda sampai Jalan Seijang dikarenakan bertemunya air dari curah hujan dengan air laut yang sedang pasang. Lalu juga disebabkan banyaknya sampah yang menyumbat saluran air diseluruh drainase.

Akibatnya, sambung Ardananto, luas genangan banjir bisa mencapai 9,10 hektare. Kemudian kedalamannya berkisar 30-60 meter. Sehingga seluruh pemukiman, pertokoan dan sekolahan yang berada disekitar lokasi terimbas banjir tersebut.

Untuk mengatasinya, masih Ardnanto, BWS harus melaksanakan normalisasi saluran terlebih dahulu. Selanjutnya akan dibangun kolam retensi, tanggul penutup dan memasang pompa penyedot banjir.

“Karena Jalan Pemuda dan Jalan Seijang daratannya berbentuk cekungan. Banjir yang terjadi dikawasan tersebut menelan waktu 2 sampai 3 jam. Tapi semua permasalahan itu akan kami atasi tahun ini juga,” ungkapnya. (ary)