Angkutan umum yang ngetem di Simpang Dam, Mukakuning membuat jalan jadi macet.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Penertiban yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terhadap sopir angkutan kota (angkot) belum lama ini, tak bikin jera. Para sopir angkot masih saja ngetem di lokasi yang dilarang. Imbasnya kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas sering terjadi.

Iklan

Lokasi favorit angkot untuk menunggu penumpang, salah satunya di bawa jembatan penyebrangan orang (JPO) Mukakuning, Seibeduk. Kondisinya setelah ditertibkan malah semakin semrawut. Begitu juga di depan pos polisi di simpang Panbil. Sisi kiri jalan dua jalur itu “dikuasai” angkot.

Nelly, pemotor itu jatuh saat menghindari angkot yang ngetem di bawa JPO Mukakuning arah ke Batuaji, Kamis (23/2) siang. Nelly saat itu melaju dari arah Batamcenter. Namun baru saja melewati lampu hijau, tiba-tiba sebuah angkot mendadak berhenti persis di depannya.

“Saya coba ngelak ke kanan jalan tapi malah jatuh,” ujar perempuan 22 tahun itu.

Untungnya saat jatuh suasana jalan tidak cukup ramai sehingga dia tidak ditabrak atau dilindas kendaraan lainnya.

“Pernah orang berantem padahal yang salah angkot karena berhenti di badan jalan,” ujar Sony, petugas keamanan Kaasan Industri Batamindo.

Itu, kata Sony, karena sesama pengendara sering bersenggolan di lokasi tersebut karena jalan menyempit termakan angkot yang ngetem.

Kondisi yang sama juga terlihat di bawa JPO depan Sentosa Perdana (SP) Plaza Mall.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam Yusfa Hendri, mengatakan, penertiban terhadap angkot yang ngetem sembarang sudah dilakukan secara rutin selama ini.

“Ini masih tahap sosialisasi tapi kedepannya akan ditindak tegas jika memang ada yang melanggar lagi,” ujar Yusfa.(eja)