ilustrasi

batampos.co.id – Belanja modal Pemerintah Kota (Pemko) Batam tahun 2017 sebesar Rp 730 miliar, angka ini meningkat signifikan dibanding tahun 2016 sebesar Rp 568 miliar. Artinya, nilai belanja modal naik Rp 162 miliar.

“Komposisi belanja modal kita dari total belanja langsung yang sekitar 1,6 triliun itu sebesar 44 persen,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Abdul Malik, Rabu (22/2).

Malik mengatakan, pembangunan kontruksi jalan menempati urutan pertama serapan anggaran pos belanja modal dengan nilai Rp 315 miliar. Sementara posisi kedua yakni pemebangunan bangunan seperti sekolah, rumah dinas dan lain-lain sebesar Rp 152 miliar.

Selanjutnya, pembangunan dan peningkatan drainase menempati urutan ketiga dengan total anggran Rp 78 miliar, sementara itu pembangunan jembatan dan pelantar dengan serapan anggran Rp 48 miliar pada posisi ke empat. Sedangkan penerangan jalan, pembangunan dan pemeliharaan taman senilai Rp 23 miliar.

“Belanja modal besar, terutama jalan sesuai dengan misi pembangunan oleh walikota (Walikota Batam Rudi),” katanya.

Dia mengatakan peningkatan belanja modal ini, diperoleh melalui kebijakan Pemko Batam memangkas anggaran beberapa kegiatan seperti perjalanan dinas, honor kegiatan PNS maupun non PNS, juga ATK atau barang habis pakai lainnya.

“Untuk ATK kita hemat hingga 12 miliar, perjalanan dinas berapa ya saya lupa. Honor PNS sekitar 27 miliar,”  imbuhnya.

Untuk diketahui, misi pembangunan Walikota Batam Muhammad Rudi ingin mengembangkan Batam sebagai kota pariwisata. Cara ini diyakini dapat menambah pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring harapan meningkatanya wisatawan. Harapan lain yakni menambah lapangan pekerjaan sehingga  meminimalisir pengangguran.

“Semakin banyak turis masuk semakin banyak PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita,” kata Walikota Batam Rudi beberapa waktu lalu. (cr13)

Respon Anda?

komentar