batampos.co.id – Hasil pemeriksaan tes urin PNS di lingkungan Kabupaten Anambas, ditemukan ada sembilan pegawai yang positif menggunakan narkoba. Bahkan satu diantaranya ditangkap polres Anambas untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut.

Iklan

“Memang benar ada lima yang positif, satu diantaranya sudah ditangkap empat lainnya akan direhab,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kepulauan Anambas Linda Maryati kemarin.

Namun demikian Linda tidak mau menyebut nama-nama mereka. Dirinya tetap merahasiakan nama-nama pegawai yang direhab maupun yang sudah ditangkap aparat yang berwenang. Dirinya hanya mengatakan dari empat pegawai yang di rehab, dua diantaranya merupakan PNS dan dua lainnya merupakan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Saya tidak berani menyebutkan nama-namanya yang jelas dua diantaranya merupakan PNS dan dua lainnya PTT,” jelasnya.

Sebagai hukuman kepada mereka, karena PNS tersebut belum memiliki jabatan, maka akan ditunda kenaikan jabatan mereka, sementara itu yang dua PTT, masih dipikirkan karena selama rehabilitasi akan yang bersangkutan juga tak masuk kerja. Sementara itu ketentuan jika dalam satu bulan tak masuk kerja akan dipotong seratus persen.

“Aturannya jika PTT tak masuk satu bulan, maka akan dipotong 100 persen tapi mereka kan sedang rehabilitasi bukan ada kesengajaan tidak masuk kerja, jadi kita masih bicarakan mengenai pemotongan gaji mereka,” jelas Linda.

Diakuinya selama dirinya menjabat sebagai kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, sudah melakukan tes urine dua kali. Setidaknya ada 500 pegawai yang menjalani tes urine.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Daymas) BNNP Kepri, Drs. Ali Chozin, Apt. MSi, mengatakan, untuk biaya rehabilitasi pecandu narkoba dilaksanakan di Batam dan biayanya akan ditanggung BNN dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya rehabilitasi merupakan upaya terbaik agar pecandu narkoba bisa disembuhkan. Jika kondisinya sudah parah, maka akan dirawat dengan rawat inap namun jika masih ringan bisa dilakukan dengan rawat jalan. (sya)