Iklan

batampos.co.id – Kepala Sekolah SMAN 1 Lingga, Fezi Karyadi mengatakan pihak sekolahnya belum mampu menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kurangnya sarana pendukung seperti komputer terang Fezi menjadi kendala sekolah di Daik, pusat Ibukota Kabupaten Lingga tersebut.

Iklan

“Tahun ini kami belum melaksanakan UNBK. Sarana pendukung baik komputer dan lain-lain kendalanya. Jadi tahun ini kami menggelar ujian nasional menggunakan kertas dan pensil,” ungkapnya kepada Batam Pos, Kamis (23/2) siang.

Untuk tahun ajaran 2016-2017, jelas Fezi siswa kelas XII yang mengikuti UN sebanyak 141 orang.

“Ada 141 siswa. Tahun ini UN masih cara lama,” jelasnya.

Meski sekolah berada dipusat ibukota, keterbatasan fasilitas masih jadi kendala. Kewenangan SMA yang kini di Provinsi belum mampu memberikan sarana dan prasarana yang memuaskan.

“Disekolah kami komputer yang ada bantuan tahun 2007 dan 2008. Yang masih bisa digunakan sekitar 20 unit. Ditambah 5 unit dari pengadaan dana BOS,” jelasnya.

Sementara itu dari seluruh sekolah menengah di kabupaten Lingga baik negri maupun swasta, hanya 4 sekolah yang akan melaksanakan UNBK pada 2017. Diantaranya SMAN 1 Singkep, SMAN 2 Singkep, SMKN 1 Singkep dan SMK Mahardika Singkep. Sedangkan SMAN 1 Lingga, SMAN 2 Lingga Sungai Pinang, SMAN 3 Penuba, SMAN 1 Senayang, SMAN 2 Senayang, SMAN 3 Senayang, SMAN 4, SMAN 1 Lingga Utara, SMKN Kelautan Senayang, SMKN 1 Pertanian Lingga Timur, SMKN Pariwisata Lingga, MA AL Baraqah Singkep, MA Madaniah Senayang dan MA YPKL Lingga.

Terkait hal tersebut, Kadisdik Lingga H Kasiman yang dihubungi koran ini enggan berkomentar banyak. “SMA sudah jadi kewenangan provinsi,” pungkasnya. (mhb)