Iklan

batampos.co.id – Pemerintah Kecamatan Bunguran Tengah Kabupaten Natuna, berencana mewujudkan swasembada sapi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Camat Bunguran Tengah, Saidir mengatakan, tiga Desa di Kecamatan Bunguran Tengah memiliki potensi lahan yang mendukung pengembangan peternakan sapi. Setiap pemerintah Desa diharapkan mendukung program ini.

Menurutnya, rencana swasembada sapi akan terwujud dengan dukungan anggaran di tiga Desa, yakni Desa Harapan Jaya, Desa Tapau dan Desa Air Lengit.

“Wacana program ini sudah dikoordinasikan dengan Kepala Desa, BPD dan tokoh masyarakat, agar tahun 2018 nanti bisa menganggarkan pembelian bibit sapi sebagai tahap awal,” dikantornya kemarin.

Swasembada sapi ini sambungnya, ditargetkan bisa direalisasi hingga tahun 2020 mendatang. Dan tahun 2018, setiap desa bisa menyediakan 100 ekor sapi. Sehingga dari tiga Desa, dapat mengembangkan 300 ekor sapi.

Pembelian bibit sapi kata Saidir, dapat dianggarkan melalui dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD). Akan tetapi usulan ini juga hisa diserahkan ditingkat Kabupaten, Provinsi dan Pusat.

Dijelaskannya, pembelian Dana Desa diharapkan nantinya sebagai perangsang. Namun ke depannya, peran Pemerintàh Kabupaten dan Provinsi dapat menambah dukungan program swasembada sapi tercapai.

Dikatakannya, program pengembangan peternakan sapi di Bunguran Tengah menjadi gagasan baru. Mengingat keberadaan lahan tidur di Kecamatan Bunguran tengah sangat luas. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk memelihara sapi.

“Pakan sapi juga sangat mudah di Kecamatan ini. Tentu sapi tidak akan kekurangan pakan,” ujar Saidir.

Selain itu dijelaskan Saidir, tujuan dari ternak sapi salah satu upaya membantu perekonomian masyarakat dan sekaligus menekan harga daging di Natuna yang relatif tinggi. Saat ini rata-rata masih di atas Rp 100 ribu per kilo gram.

“Tentu harga daging saat ini punya peran menyumbang inflasi. Swasembada sapi bisa menekan salah satu penyebab inflasi,” ujar Saidir.(arn)

Advertisement
loading...