Iklan

batampos.co.id – Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan Kabupaten Lingga sangat konsen mengembangkan sektor pertanian. Target besar pemerintah setempat menjadikan Lingga sebagai lumbung pangan provinsi Kepulauan Riau juga telah didukung pemerintah pusat.

Iklan

Namun, Lingga masih memiliki kendala. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) salah satunya. Untuk mencetak tenaga trampil dan menguasai bidang-bidang yang mendukung program pemerintah tersebut, pemkab Lingga kata Awe akan menjalin kerjasama dengan Instiut Pertanian Bandung (IPB). Hal ini tegasnya sebagai solusi.

“Ini salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas SDM Lingga, khususnya bidang pertanian yang saat ini jadi prioritas Pemkab. Jadi anak daerah tidak perlu sekolah jauh-jauh, cukup di Lingga,” ungkap Awe, beberapa waktu lalu.

Pada tahun ini juga lanjut Awe, Lingga akan segera miliki kampus jauh IPB.

“Baru-baru ini saya sudah duduk bersama pihak IPB. Lingga akan membuat MoU untuk penyelenggaraan pendidikan DI sampai D IV bidang pendidikan pertanian dan peternakan. Akan kita dirikan kampusnya di Lingga tahun ini juga. Kalau daerah tidak sanggup, saya akan undang pihak swasta untuk mengelola ini,” tuturnya.

Untuk biaya kuliah kelas jauh IPB kata Awe juga cukup terjangkau. Dengan jumlah 45 mahasiswa, biaya setahun yang dikeluarkan berkisar Rp 540 juta.

“Kami akan minta kuota penerimaannya ditambah tidak hanya 45 orang, tapi 100 orang. Bisa dua lokal,” jelasnya.

Alias Wello cukup optimis, sektor pertanian di Lingga akan semakin baik kedepannya jika di tunjuang dengan pembangunan SDM seperti itu. Ditambah lagi dengan program cetak sawah dari Kemntan RI dan TNI AD akan ada balai benih sebagai penunjang pendidikan nanti.

“Mereka nilai Lingga sudah memiliki dasarnya. Ada balai benih yang tahun ini berdiri serta lahan sawah seluas 3000 hektar di Lingga. Ini akan menunjang program pendidikan kampus jauh tersebut,” jelasnya.

Rencana kerjasama dengan IPB ini diharapkan Awe dapat berjalan dengan mulus. Juga mendapat dukungan dari masyarakat serta legislatif.

“Mudah-mudahan ini tidak meleset. Kami juga minta dukungan wakil rakyat kita untuk merealisasikan hal ini,” tegasnya.

Sejauh ini kata Awe baru ada dua Kabupaten di Indonesia yang menjalin kerjasama dengan IPB untuk kampus jauh itu yakni, Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan dan Kabupaten Cianjur Jawa Barat. (mhb)