Foto tertanggal 20 Maret 1995 ini menunjukkan insiden gas beracun yang didalangi oleh kelompok pemujaan Aum Shinrikyo di Tokyo, Jepang. Sebelum melakukan aksi tersebut, kelompok ini menjajal penggunaan VX kepada tiga orang. (AP Photo/Chikumo Chiaki)

batampos.co.id – Pembunuhan Kim Jong-nam mengingatkan kembali pada tahun 1995. Kala itu sebuah kelompok pemujaan di Jepang melakukan eksperimen dengan menggunakan racun mematikan itu.

Kelompok pemujaan Aum Shinrikyo menjajal racun yang membunuh Kim Jong-nam itu kepada tiga orang. Tidak hanya korban yang mati, seorang anggota kelompok juga ikut tewas. Anggota kelompok yang bertugas melakukan eksekusi itu mengalami koma selama 10 hari sebelum nyawanya melayang.

Namun, dari empat orang yang terpapar VX nerve agent, ada seorang yang selamat. Namanya Hiroyuki Nagaoka. Kepada NHK pada Jumat (24/2), pembunuhan Kim Jong-nam langsung mengingatkannya akan pengalamannya sendiri.

Dikisahkan Nagaoka, dia sedang berjalan-jalan pagi di Tokyo, Jepang, pada Januari 1995. Setelah itu, seorang anggota Aum Shinrikyo menyemprotnya dengan cairan VX nerve agent di lehernya. Tidak semua menyentuh leher, sebagian cairan tertahan di kerah jaket Hiroyuki.

”Saya tidak tahu apa yang terjadi saat itu,” katanya. Namun, dia sadar menjadi sasaran karena dia menentang keberadaan kelompok pemujaan tersebut.

Ditambahkan Nagaoka, setengah jam kemudian begitu tiba di rumah, semua kesakitan itu dimulai.

”Pandangan saya gelap, racun membuat retina mata saya menciut. Saya merasa sangat panas dan terus menerus berkeringat,” kenangnya.

Tanpa sadar, Nagaoka bahkan membuka bajunya karena kepanasan.

”Istri saya bercerita, saya kemudian bergulung-gulung kesakitan di lantai seperti binatang. Saya menggeliat dan menggaruk leher dan dada sebelum kemudian saya merasa sakit di punggung dan tidak sadarkan diri,” katanya.

Nagaoka langsung dibawa ke RS dan mendapatkan perawatan. Dia tidak sadarkan diri selama beberapa hari.

”Saya diselamatkan oleh kerah jaket yang saya gunakan,” ulasnya. Namun, pengaruh racun itu masih tersisa sampai sekarang.

Bagian kanan tubuhnya mati rasa dan dia menggunakan tube oksigen yang dimasukkan kedalam hidungnya untuk membantunya bernapas. Nagaoka mengatakan, saat dia melihat Kim Jong-nam di CCTV yang tersebar di media saat di Bandara Internasional Kuala Lumpur, dia langsung menduga racun VX sudah digunakan.

”Saya melihat kausnya basah kuyup dengan keringat saat duduk di kursi. Sama seperti saya.” (AP/tia)

Respon Anda?

komentar