batampos.co.id – Hingga saat ini masyarakat Kabupaten Anambas belum ada yang merasakan subsidi gas tabung ukuran tiga kilo dari pemerintah. Sejauh ini masyarakat hanya menggunakan minyak tanah dan tabung gas ukuran 12 kilo.

“Tabung gas tiga kilo tidak ada jual bang, apalagi menikmati subsidinya. Kami selama ini hanya menggunakan minyak tanah atau tabung gas ukuran 12 kilo,” Kata Darni salah seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di jalan Ahmad Yani kota Tarempa Jumat (24/2).

Menurutnya, minyak tanah yang dibagikan kepadanya sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) dengan nilai jumlah sebanyak 10 liter perKK untuk satu bulan. “Ini tak cukup kalau satu bulan,” ungkapnya lagi.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut ia harus membeli tabung gas yang ukuran 12 kilo seharga Rp 205 ribu pertabung. Harga itu ketika dibeli langsung ke agen penjual dan jika diantar ke rumah untuk dalam kota ditambah harga ongkos kirim sebesar Rp 10 ribu pertabung. “Kalau hanya berharap terhadap minyak tanah tidak pernah akan cukup dan setiap bulannya saya tetap harus membeli tabung gas,” ungkapnya.

Meski ada namun menurutnya harga tabung gas ukurang 12 kg terlalu mahal baginya karena harganya bisa sampai Rp200 ribu per tabung. Dia berharap kalau ada tabung yang kecil ukuran 3 kg saja karena tentunya harganya sudah pasti terjangkau bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah. “Kalau ada tabung 3 kg kita pasti senang karena lebih ekonomis,” ungkapnya.

Kata Darni, bagi keluarga ekonomi yang mampu masih bisa memenuhi kebutuhan tersebut, namun bagi keluarga yang tidak mampu sudah tentu akan mencari kayu bakar untuk menutupi kekurangan bahan bakar bagi rumah tangga.

Hal ini perlu adanya tindakan bahwa tabung gas tiga kilo bisa diadakan dan jika perlu minyak tanah juga jangan dihilangkan dari peredarannya. “Kami berharap keduanya bisa diadakan baik itu tabung gas tiga kilo yang disubsidi maupun minyak tanah,” harapnya.

Diakuinya sebagian masyarakat belum terbiasa menggunakan tabung gas seperti masyarakat yang ada di pulau pulau, tapi bagi masyarakat di kota Tarempa mayoritas menggunakan gas lpj dan minyak tanah. “Untuk masyarakat anambas yang berada dipulau-pulau masih sangat membutuhkan minyak tanah, lain dikota Tarempa sedikit lebih maju dan cukup mudah mendapatkan tabung gas,” pungkasnya. (sya)

Respon Anda?

komentar