ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam akan menyelenggarakan bantuan pengurusan sertifikat tanah kepada warga yang belum memiliki sertifikat tanah di Kota Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan program daerah (Proda) ini merupakan bagian dari program miliki pemerintah yang sudah berjalan dari tahun lalu. Sebelumnya BPN telah membantu pengurusan sertifikat tanah sebanyak hampir dua ribu sertifikat tanah.

“Ini merupakan salah satu dukungan dalam mewujudkan program Presiden Jokowi untuk mempercepat warga memiliki sertifikat tanah. Hanya saja kali ini Pemko yang membiayai. Dananya bisa dari APBD dan APBD-P kita lihat nanti,” kata Rudi seusai menyerahkan bantuan beras di Kecamatan Belakangpadang, Selasa (21/2).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BPN terkait pelaksanaan sertifikat tanah gratis ini. menurutnya pemberian sertifikat akan dilakukan secara bertahap. “Bisa saja dua ribu dulu yang kami serahkan, tergantung anggaran yang tersedia,” kata Mantan Wakil Walikota Batam ini.

Pemberian sertifikat ini akan diberikan merata bagi masyarakat kota Batam, kecuali yang berada di Rempang dan Galang. Seperti sebelumnya BPN telah membantu pengurusan di Kecamatan Seibeduk.

“Nanti kami data dulu lokasinya,” Kata Rudi.

Sementara itu, Kepala BPN Kota Batam, Asnaedi mengatakan tahun ini terdapat sedikitnya 700 sertifikat yang rencananya akan diserahakan kepada mereka yang belum memiliki sertifikat tanah.

“Kami sudah survei dan berkoordinasi dengan kecamatan sempat, diantaranya Mangsang, Seibinti,” kata Asnaedi.

Untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan warga untuk memiliki sertifikat yang digagas oleh Presiden Joko Widodo, BPN menggandeng Pemerintah Kota Batam untuk membantu biaya pengurusan sertifikat tanah warga yang belum memilki.

“Kami minta lima ribu sertifikat tanah, dan mereka menyanggupi dan mendukung program ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan sedikitnya lima juta sertifikat tanah harus selesai di tahun 2017 ini.(cr17)

Respon Anda?

komentar