batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan tahun 2018 mendatang, Pemprov Kepri berencana menggarap 52 hektar lahan di Pulau Dompak untuk pembangunan perumahan bagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kepri. Lewat APBD Tahun Anggaran (TA) 2017 ini, akan dibuat Detail Engineering Design (DED).

Iklan

“Kita akan membuat terobosan untuk mempercepat pergerakan pembangunan di Pulau Dompak. Yakni melalui pembangunan perumahan khusus pegawai di lingkungan Pemprov Kepri,” ujar Kepala Abu Bakar menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (26/2).

Menurut Abu Bakar, Pemerintah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan perumahan tersebut kurang lebih seluas 52 hektar. Lokasi perumahan ASN itu dirancang tidak jauh dengan pusat perkantoran Pemprov Kepri. Dijelaskannya, perumahan itu nanti, diperuntukan bagi kalangan ASN dilingkungan Pemprov Kepri yang belum memiliki rumah, sehingga dalam kinerjanya ASN ini akan lebih mudah dan lebih dekat.

Masih kata Abu Bakar, hal ini sesuai keinginan dan harapan Gubernur. Yakni menginginkan semua para Pejabat dan ASN dilingkungan Pemprov Kepri tinggal di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Sehingga tidak harus pulang pergi jauh dan memakan waktu juga biaya mahal untuk menuju ke kantor, begitu juga saat pulang kerja.

“Tentu terobosan ini juga memberikan efesiensi bagi pegawai dalam beraktivitas. Sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, hanya untuk transportasi,” papar Abu Bakar.

Disebutkannya, untuk pembiayaan pembangunan perumahan ASN ini, nantinya akan bekerja sama dengan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-ASN) dimana akan menggunakan penganggarannya bersumber dari APBN dan APBD Kepri. Adapun tipe rumah ASN yang akan dibangun ini masih dalam pembahasan, apakah nantinya dibangun tipe 27, 36, 38 atau tipe lainnya.

“Nantinya akan disesuaikan dan akan dibahas lebih lanjut. Namun untuk DED dan perencanaannya akan disiapkan tahun 2017 ini,” jelasnya.

Pejabat baru di lingkungan Pemprov Kepri itu, mengatakan, untuk ketersediaan listrik dan air bersih diperumahan ini nanti, pemerintah telah bekerja sama dengan PLN Batam. Apalagi di Pulau Dompak sudah ada PLTMG di Dompak. Sedangkan untuk air bersih telah dibangun DAM Estuari, namun untuk Dam estuari ini belum bisa dioperasikan karena belum selesai dibangun.

“Mudah-mudahan tahun 2018 mendatang sudah bisa dimulai pembangunannya, untuk tahun ini penyiapan DED dan lainnya. Untuk total anggaran pembangunan keseluruhan dan juga berapa banyak perumahan yang akan dibangun masih dalam perhitungan,” tutup Abu Bakar.(jpg)