batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menegaskan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Pendidikan (Disdik) segera mengatasi permasalahan maraknya pelajar yang bermain di warnet saat jam sekolah.

“Kami minta DPMPTSP dan Disdik segera bertindak. Kalau tidak masa depan pelajar di Tanjungpinang akan rusak akibat kecanduan main di warnet,” ujar Maskur ketika dikonfirmasi, Minggu (26/2).

Angka kriminalitas yang dilakukan oleh anak, kata Maskur, sudah sangat tinggi di Tanjungpinang. Mayoritasnya mencuri barang untuk dijual sebagai modal bermain game di warnet. Bahkan ada juga yang melakukan asusila dan pertikaian akibat dipicu nonton situs-situs atau film di warnet.

Kemudian, lanjut Maskur, warnet juga membuat banyak pelajar bolos sekolah. Contohnya, 21 pelajar yang terjaring kedapatan bermain warnet di jam sekolah oleh Polres Tanjungpinang dan Satpol PP Kota Tanjungpinang ketika menggelar Operasi Bina Kusuma, Sabtu (25/2) kemarin.

“Maraknya pelajar bermain warnet saat jam sekolah harus menjadi perhatian khusus Pemko Tanjungpinang. Kalau tidak segera ditangani, angka kriminalitas anak semakin melonjak,” jelasnya.

Dewan berharap agar Pemko Tanjungpinang menindak tegas warnet yang menyalahi aturan beroperasi dan warnet yang tak mengantongi izin. Sebab keberadaan warnet nakal atau ilegal sangat berdampak negatif terhadap perkembangan dunia pendidikan didaerah ini.

Kemudian juga dihimbau kepada seluruh instansi terkait untuk memberikan dukungan penuh kepada kepolisian. Sebab kepolisian sudah banyak melakukan penindakan, terkait pelajar yang melakukan kiriminalitas maupun warnet nakal.

“Demi wujudkan Tanjungpinang sebagai kota pendidikan. Marilah kita bersama-sama memantau dan mengawasi pergaulan anak. Khususnya ketika berada di warnet agar anak tidak melakukan perilaku menyimpang,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar