batampos.co.id – Beberapa ruas jalan di Tanjungbalai Karimun saat ini mengalami kekurangan marka jalan. Khususnya, marka dalam bentuk garis berwarna putih putus-putus yang dapat menjadi pedoman bagi pengemudi kendaraan bermotor. Terlebih lagi pada malam hari kondisi jalan yang gelap garis putih tersebut bisa membantu pengemudi.

”Lampu jalan yang minim, ditambah marka jalan tidak ada. Kalau saya naik sepeda motor dan dalam kondisi hujan, maka akan kesulitan mencari batas jalan yang merupakan jalan kita, karena garis putihnya tidak ada,” ujar Wandi, warga Jalan Raja Oesman kepada Batam Pos, Senin (27/2).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun, Fajar Horison Abidin secara terpisah mengakui jika salah satu marka jalan berupa gari putih putus-putus di tengah jalan sudah banyak yang tidak terlihat lagi dan bahkan banyak yang sudah hilang sama sekali. ”Memang, untuk pembuatan marka jalan dan rambu lalu lintas merupakan tugas dari Dishub. Hanya saja, untuk tahun ini belum ada anggaran kita untuk pembuatan marka jalan bentuk garis putih putus-putus,” paparnya.

Anggaran yang ada tahun ini, kata Fajar, hanya untuk pengecatan cansteen atau pinggiran jalan berwana hitam putih sebagian Jalan Trikora dan jalan Nusantara 5 km dengan nilai Rp100 juta. Jumlah panjang cansteen untuk dicat bukan di satu sisi saja, melainkan dua sisi. Yakni di kiri dan kanan, masing-masing panjang 2,5 km. Jadi kalau ditotal seluruhnya 5 km. Untuk garis putih putus-putus insya Allah akan diajukan dalam perubahan anggaran.

Di dalam rencana startegis pembangunan Dishub mulai tahun ini memang salah satunya berkaitan dengan perbaikan marka jalan yang setiap tahunnya sepanjang 2 ribu meter atau 2 km. Termasuk, pembuatan atau pembaharuan garis putih putus-putus yang termasuk penting bagi pengguna jalan. Hanya saja, anggaran Rp100 juta tidak cukup jika digunakan juga untuk pembuatan garis putih putus-putus. “Sebab, tidak hanya menggunakan cat, tapi juga menggunakan semacam campuran tepung yang jika sudah jadi bentuknya timbul,” jelasnya.

Menyinggung tentang rambu jalan yang juga masih kurang, Fajar juga mengakui bahwa ada beberapa ruas jalan yang sebenarnya tidak boleh parkir kendaraan tapi dijadikan tempat parkir. ”Salah satunya di Jalan Trikora ada rus jalan yang dekat dengan tikungan, tapi dijadikan tempat parkir. Termasuk juga di ruas jalan lain, untuk itu kita akan segera memasang tanpa rambul lalu lintas di larang parkir,” jelasnya. (san)

Advertisement
loading...