Iklan
Babi yang diternak warga di Dam Duriangkang yang diduga mencemari air Dam Duriangkang, Seibeduk, Minggu (22/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam telah mulai mempersiapkan pembongkaran peternakan babi yang berada di sekitaran Dam Duriangkang. Persiapan ini dilakukan, direncanakannya akan keluar perintah bongkar pada Kamis (1/3) depan.

Iklan

“Kami sedang dalam persiapan,” kata Direktur Pengamanan BP Batam, Budi Santoso pada Batam Pos, Senin (27/2).

Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim terpadu, untuk penertiban ini. Sebab dari pemetaan yang dilakukan BP Batam, terdapat 33 peternak babi. Dengan jumlah babi mencapai ribuan ekor. Penertiban ini membutuhkan personel yang cukup banyak.

“Kami akan rapat dengan tim terpadu, untuk membicarakan kapan kepastian untuk turun (setelah perintah bongkar turun,red),” ucapnya.

Selain itu, ia berharap dukungan dari semua pihak dalam penertiban ini.
Sementara itu Direktur Humas BP Batam, Purnomo Andiantono membenarkan pada Kamis (1/3) akan keluar surat perintah bongkar. Karena untuk surat peringatan ke 3 sudah dikeluarkan sudah cukup lama. Namun hingga batas akhir waktu SP 3, tak ada niat baik dari para peternak babi.

“SP 3nya berlaku hingga besok (28/2),” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, keberadaan 1800 ekor babi ini sangat meresahkan masyarakat. Apalagi bagi masyarakat muslim. Dimana diduga kotoran babi tersebut masuk ke dam duriangkang. Dari data BP Batam diketahui, 70 persen kebutuhan air bersih masyarakat Batam dipasok dari dam tersebut.

Keberadaan peternakan babi ini, tak hanya mencemari air. Tapi juga dapat mengurangi debit air di Dam Duriangkang. Selain menertibkan para peternak babi, BP Batam juga akan mensterilkan Dam Duriangkang dari segala aktivitas ilegal. Lalu menutup rapat akses masuk ke Dam Duriangkang. (ska)