batampos.co.id – Sempat ditunda keberangkatannya karena cuaca buruk yang melanda wilayah Kepri beberapa pekan terakhir, kapal cepat rute Tanjungpinang-Anambas kini kembali berlayar, Senin (27/2).

Iklan

Komandan Pos Pelabuhan Sri Bintan Pura, Sutoyo, mengatakan kapal cepat tersebut kembali berlayar setelah pihaknya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca di Kepri.

“Kondisi cuaca cukup baik dan memungkinkan untuk berlayar. Namun, tetap harus mewaspadai gelombang diperairan Natuna-Anambas yang bisa mencapai 2,5 meter,” ujar Sutoyo.

Dikatakan Sutoyo, kapal MV VOC Batavia yang dikelola PT PAL Bintan Global Line tersebut berlayar ke Anambas dari Tanjungpinang dengan membawa 155 penumpang.

“155 orang penumpang itu sesuai dengan kapasitas kapal. Ini keberangkatan yang kedua kali nya. Kamis (23/2) kemarin kapal yang berlayar ke Anambas dari Tanjungpinang, juga sudah berangkat,” kata Sutoyo.

Diterangkan Sutoyo, sebelum kapal tersebut berangkat. Pihaknya pun melakukan pemeriksaan rutin terhadap kelaiakan kapal dan juga peralatan yang tersedia di dalam kapal.

“Keselamatan berlayar dan penumpang merupakan hal yang paling utama dan harus zero insiden. Kapal pun akan kami tunda keberangkatanya jika cuaca kembali kurang bersahabat,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Operasional PT PAL Global Line, selaku pengelola kapal ke Anambas tersebut, Anen, membenarkan kapal cepat yang selama ini melayari rute Tanjungpinang-Anambas kembali berlayar. Ia juga senada dengan Sutoyo, yang menyebutkan dalam keberangkatan kali ini membawa sebanyak 155 orang penumpang.

“Iya kemarin sempat ditunda selama tiga minggu, hari ini (kemarin, red) keberangkatan yang kedua. Karena Kamis (23/2) kemarin, MV Trans Nusantara juga sudah berlayar terlebih dulu,” ujarnya.

Dikatakan Anen, sebelum keberangkatan kapal. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan KSOP dan juga BMKG untuk mengetahui kondisi cuaca terabru. Hal itu, sebagai bentuk antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan dalam pelayaran.

“Keselamatan penumpang kapal merupakan hal yang penting. Koordinasi dengan instansi terkait selalu kami lakukan. Hal ini juga untuk kenyamanan dan keamanan dalam pelayaran ke Pulau terdepan itu,” pungkasnya. (ias)