Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim dan Sekda Karimun Firmansyah serta Dirut PDAM Tirta Karimun Indra Santo saat penandatanganan prasasti Green SPAM Pongkar. F. batampos.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, Senin (27/2) meresmikan pengoperasian Green Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) yang berlokasi di desa Pongkar Kecamatan Tebing. Green SPAM yang dikelola PD Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun, nantinya menghasilkan volume air 2×10 liter per detik untuk wilayah IKK (Ibu Kota Kecamatan)Kecamatan Meral dan Tebing.

“Alhamdulillah, prioritas air bersih sudah dapat diatasi. Tinggal, bagaimana pihak PDAM Tirta Karimun nantinya untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Dan secara bertahap, tahun ini kita terus melengkapi fasilitas air bersih terutama konektivitas antarwaduk yang segera terealiasasi tahun ini,” ujarnya.

Sementara Dirut PDAM Tirta Karimun Indra Santo mengatakan, serah terima bangunan Green SPAM sudah dilakukan Satker Kementerian PU ke pihaknya. Berarti secara resmi PDAM Tirta Karimun sudah bisa memaksimalkan pengoperasian Green SPAM, untuk melayani masyarakat yang ingin menikmati air bersih dari PDAM Tirta Karimun.
”Bulan Maret sudah hidup listrik dari PLN Rayon Tanjungbalai Karimun, yang akan kita bayar pemasangan instalasi dan travo yang sudah dipasang oleh pihak PLN. Dan langsung bisa dioperasikan untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang ada di Tebing dan Meral,” ungkapnya.

Sedangkan, untuk wilayah desa Pongkar sudah terpasang air bersih untuk masyarakat sekitarnya sebanyak 150 titik pelanggan. Bantuan dari Satker Kementerian PU, beberapa waktu lalu. Sehingga, direncanakan pada bulan Maret atau April mendatang pihaknya sudah bisa memasang pelanggan air bersih sebanyak 2000 pelanggan.
”Yang jelas, kebutuhan air bersih di pulau Karimun tercukupi pada tahun ini. Terutama bagi wilayah pada penduduk,” kata Indra putra asli Kundur.

Waduk Pongkar memiliki luas dua kali lapangan bola dengan kedalaman mencapai 20 meter. Waduk tersebut tidak hanya mengandalkan air hujan melainkan juga memiliki mata air di dalamnya. Sehingga, saat ini masih menggunakan solarsel untuk pengoperasiannya.
”Jadi, waduknya mata air dan tadah hujan di sini. Artinya, tidak terpengaruh dengan posisinya yang dekat dengan laut. Sebab, sudah dilakukan uji coba di laboratorium PH 7,2 oleh instansi yang berkopeten. Dengan demikian, kandungan airnya sangat bagus dan dapat langsung di minum,” ucapnya. (tri)

Respon Anda?

komentar