Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat memberikan penjelasan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/2). (Elfani Kurniawan/JawaPos.com)

batampos.co.id – Yayat Cahdiyat, 42, pelaku teror di Taman Pandawa, Arjuna, Cicendo, Bandung , Jawa Barat, bukan orang baru dalam aksi teror di Indoesia.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menerangkan, tak perlu waktu lama bagi mereka untuk bisa mengidentifikasi pelaku.

“Secara intensif masih dicek di RS Polri Kramat Jati dan akan dicocokkan secara scientifik dan dengan keluarga. Dengan cukup cepat diidentifikasi di lapangan,” kata Boy di Divhumas Polri, Selasa (28/2).

Dia memaparkan, dari kartu tanda penduduk yang dikantongi pelaku diketahui bahwa dia beralamat di Pasir Jambu, Bandung Barat dan mengontrak di Sibangalih.

“Istrinya ada, kelahiran Bandung dan telah memiliki tiga anak,”  sambung Boy.

Lalu untuk aksi teror yang diikuti, Boy menerangkan, pada 2010, pelaku melakukan pelatihan militer di Aceh.

“Ketika itu ada tersangka lain atas nama Dulmatin, Abu Bakar Baasyir. Yayat Abu Salam ini berperan dalam penyediaan logistik seperti senjata api dan amunisi,” tambah mantan Kapolresta Padang ini.

Untuk senjata yang digunakan untuk pelatihan militer, Boy mengatakan bahwa itu diperoleh di Bandung. Bentuknya adalah senjata rakitan.

Diketahui bahwa Yayat tewas usai timah panas bersarang di dadanya. Dia adalah pelaku teror di Bandung pada Senin (27/2) kemarin. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar