ilustrasi

batampos.co.id – Gaya hidup masyarakat yang kurang gerak akan menyebabkan meningkatnya penyakit tak menular seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), diabetes melitus, darah tinggi, dan lainnya.

Jika dibiarkan bisa terjadi hiperlipidemia yaitu kondisi tingginya lemak dalam darah. Kondisi ini menjadi faktor risiko PJK. Diet memegang peranan penting terhadap profil lemak darah. Diet hiperlipidemia caranya dengan menurunkan berat badan apabila penderita terlalu gemuk dan mempertahankannya dalam batas normal. Lalu dengan menurunkan kadar lipid darah dan mempertahankannya dalam batas normal.

Dilansir Pusat Jantung Nasional Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Selasa (28/2), lemak adalah salah satu zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Konsumsi lemak yang berlebihan akan merugikan tubuh. Lemak dalam makanan dapat berbentuk padat maupun cair (minyak). Kedua bentuk makanan ini dibagi menjadi lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda.

Lemak Jenuh
Contohnya, daging berlemak, susu full cream, susu murni, keju berlemak, mentega, cokelat, minyak kelapa, kelapa atau santan.

Lemak Tak Jenuh
Minyak yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, kacang tanah, jagung, biji matahari, kedelai, minyak zaitun, dan margarin.

Kolesterol
Adalah salah satu turunan lemak yang dalam jumlah tertentu merupakan suatu zat yang sangat esensial bagi tubuh. Tubuh mendapatkan kolesterol dari hasil sintesis dalam tubuh sendiri dan dari makanan sehari-hari. Contoh makanan yang mengandung kolesterol yaitu otak, babat, hati, limpa, jantung, ginjal, kuning telur, jenis kerang, udang, kepiting, minyak kelapa, minyak babi, susu full cream, dan hasil susu seperti mentega dan keju. (cr1/JPG)


loading...