Annisa Rachim dan Tonybray di usianya saat ini (foto kiri). Dalam waktu 1,5 jam, make-up artist Mindyastuti mengubah penampilan mereka menjadi tua. (Arya Dhitya/Jawa Pos/JawaPos.com)

GURATAN tipis alat-alat make-up memoles wajah Annisa Rachim. Temanya minimalis dan fresh. Lipstik merah marun, alis hitam tipis, dan eye shadow cokelat muda. Perempuan 22 tahun itu terlihat cantik. Penampilan tersebut bertambah menawan dengan gaun yang dikenakannya. Gaun putih ber-cutting A-line. Taburan manik-manik di sepanjang gaun menambah kesan glamor.

Tony tidak kalah memikat dengan setelan jas hitam. Pasangan yang menjalin hubungan sejak dua tahun lalu itu tampak serasi. Mereka sama-sama muda serta berharap dapat hidup bahagia selamanya.

”Pasti itu harapan setiap pasangan ya,” ungkap Annisa saat ditemui di Studio Adventure Surabaya beberapa waktu lalu. Hari bahagia berupa momen pernikahan tersebut diabadikan dalam sebuah foto.

Hari-hari kebersamaan itu terus berlalu. Tidak terasa, mereka sudah melewati 50 tahun hidup bersama. Banyak perubahan yang terjadi. Wajah Annisa dan Tony bertambah tua. Keriput tampak jelas menghiasi wajah. Rambut putih menyeruak menggantikan hitam. Mereka sudah menjadi nenek-kakek.

Kadar cinta mereka ikut berubah. Bukannya menghilang, justru semakin besar. Hal itu membuktikan doa dan harapan mereka terkabul. Growing old together itu divisualisasikan dalam konsep pre wedding Annisa dan Tony.

Pemotretan dilakukan dua kali dengan nuansa berbeda. Pertama, saat mereka masih muda. Kedua, foto dilakukan ulang setelah wajah mereka berubah tua. Tenggang waktu pemotretan pertama dan kedua cukup singkat. Hanya sekitar 1,5 jam. Perubahan tersebut tidak perlu menunggu waktu bertahun-tahun seperti dalam konsep cerita.

Ya, perubahan wajah mereka dilakukan dengan permainan face painting. Make-up artist Mindyastuti menjelaskan, seseorang dapat terlihat tua dengan polesan alat-alat make-up.

”Orang yang sudah tua kan identik dengan rambut putih dan kerutan wajah,” kata perempuan 39 tahun tersebut.

Dia mengecat rambut Annisa dan Tony dengan cat putih khusus untuk wajah. Agar tampak nyata, Mindy memberikan efek semburan. Warna hitam pada rambut masih tetap terlihat di antara dominasi putih. Hal senada dilakukan pada alis dan kumis.

Setelah selesai, Mindy beralih memoles wajah mereka. Wajah seseorang diibaratkan Mindy sebagai kanvas dan alat make-up sebagai cat lukis. Awalnya, Mindy memberikan efek keriput pada dahi Annisa dan Tony dengan menggunakan pensil alis.

”Kerutan kan paling banyak di bagian tengah ya. Jadi, saya sesuaikan saja,” papar perempuan asal Tulungagung tersebut.

Warna pensil alis hitam dikombinasikan dengan abu-abu.

Efek keriput selanjutnya disepuhkan pada bagian pipi.

”Biar kelihatan tua banget, saya juga lukis keriput di sekitar area mata,” jelas Mindy.

Bagian terakhir, Mindy memoleskan lipstik berwarna cokelat pada bibir Annisa. Menurut dia, warna tersebut sesuai dengan kesukaan orang lanjut usia.

”Yang minimalis dan nggak banyak warna,” kata perempuan kelahiran 14 Mei 1977 tersebut.

Dia menjelaskannya, konsep pre wedding saat ini lebih mengarah pada kombinasi cerita. Tidak sekadar foto dengan background bagus, tetapi konsep-konsep unik juga kian banyak dipilih.

”Biar mereka selalu ingat dan mengabadikan momen ini,” ujar istri Adi Prihatmoko itu.

Make-up itu, lanjut dia, didukung gaun yang dikenakan. Annisa menggunakan gaun putih yang simpel dengan potongan A-line. Kesan glamor saat foto pre wedding sebelumnya sirna. Sementara itu, Tony mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Busana tersebut rancangan Herman Sahara Gown.

”Jadi, sama-sama bisa tahu nanti tuanya seperti apa,” tambah Mindy. (bri/c6/nda/sep/JPG)


loading...