Iklan

batampos.co.id – Minuman fermentasi anggur atau wine kini tersedia nonalkohol atau yang populer disebut wine halal hadir sebagai alternatif.

Iklan

Wine halal dibuat sebagaimana wine ataupun sampanye. Kadar alkohol yang timbul pada wine berkaitan dengan lamanya waktu fermentasi, lebih dari tiga tahun. Wine dapat diproduksi tanpa alkohol bila difermentasi hanya setahun.

’’Jadi, yang disaring sari-sari buahnya saja,’’ ujar Pranya Paramitta, area manager PT Global Nara Sadhana, distributor wine.

Waktu fermentasi yang lebih cepat membuat wine memiliki tanggal kedaluwarsa. Wine tanpa alkohol dapat disimpan sekitar tiga tahun. Hal itu berbanding terbalik dengan wine pada umumnya yang disimpan hingga puluhan tahun untuk dinikmati.

Wine berlabel Espora Zero Alcohol tersebut diproduksi pada 2012. Wine nonalkohol produksi Spanyol itu mendapatkan sertifikat halal pada Desember 2015. Awalnya, wine diproduksi karena banyaknya permintaan dari Dubai, Uni Emirat Arab. Setelah itu, wine nonalkohol makin populer hingga merambah Asia Tenggara.

Wine halal masuk ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2014. Kemudian, wine halal mulai diperkenalkan di Indonesia pada November 2016 dalam pameran SIAL InterFOOD di Jakarta. ’’Wine ini diperkirakan masuk dan didistribusikan ke tanah air pada Maret 2017,’’ jelasnya.

Wine jenis ini memungkinkan dinikmati vegetarian dan orang sensitif terhadap alkohol. Selain itu, wine nonalkohol rendah gula. Sebab, anggur sebagai bahan baku wine dipetik saat masih muda. Makin matang anggur, kadar gulanya makin banyak.

Secara tekstur, wine nonalkohol memang tidak sepekat wine pada umumnya. Teksturnya sangat ringan dengan aroma yang tidak menyengat. Tingkat kepekatan atau kandungan gula pada segelas wine bisa diukur dengan memutar gelas sebelum disesap. Jika cairan cepat turun setelah diputar, kadar gula dan tingkat kepekatannya sangat rendah. Rumus sebaliknya berlaku untuk wine dengan kepekatan tinggi.

Buah anggur yang digunakan untuk menghasilkan wine berasal dari kebun-kebun di La Mancha, Spanyol. ’

’Wine ini diciptakan sebagai alternatif, tidak menyingkirkan wine beralkohol yang sudah memiliki penikmatnya,’’ tuturnya saat ditemui dalam sebuah acara diskusi kemarin (20/2).

Wine nonalkohol, lanjut dia, tersedia dalam berbagai tipe. Yakni, red wine, white wine, dan sparkling wine. Yang membedakan adalah bahan dasarnya. Red wine dibuat menggunakan fermentasi anggur merah. White wine memanfaatkan anggur putih. Sparkling dibuat memakai anggur putih yang ditambah soda.

Wine nonalkohol dijual dengan harga relatif lebih murah, sekitar Rp 150 ribu per botol untuk isi 750 ml. Bandingkan dengan wine beralkohol yang dijual dengan harga sekitar Rp 400 ribu pada ukuran yang sama. (esa/c14/nda/sep/JPG)