Sabtu, 4 April 2026

Mediasi Pengembang Perumahan dengan Warga Soal Banjir

Berita Terkait

Perwakilan pengembang perumahan Balai Garden Jhoni memperlihatkan drainase yang dibangun, ada beberapa titik yang dirubah warga untuk membuat saluran air dan tidak ditutup kembali. Foto : Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Camat Tebing Herisa Anugerah, kemarin (1/3) menjadi mediasi antara perwakilan pengembang perumahan Balai Garden dengan masyarakat Kampung Baru Tebing yang sudah tiga kali terkena banjir. Dan paling parah terjadi pada Selasa (28/2) malam lalu yang mencapai 60 centimeter.

” Disini kita tidak ada menyalahkan satu dengan yang lain. Tapi, menyelesaikan permasalahan dengan mencari jalan keluarnya. Dan kebetulan perwakilan pengembang perumahan Balai Garden pak Jhoni datang, saya persilahkan untuk memberikan tanggapannya,” jelas Camat Tebing Herisa.

Kemudian, perwakilan pengembang perumahan Balai Garden Jhoni memberikan penjelasan bahwa pihaknya sudah membangun drainase dengan lebar sekitar 2 meter. Dan dari foto-foto yang diambil, terjadinya banjir kepemukiman warga diakibatkan drainase di hilirnya terjadi pengendapan. Sebab, sudah hampir 5 tahun lebih drainase tersebut tidak dilakukan pengerukan oleh dinas terkait.

”Jadi bisa kita simpulkan, akibat terjadi pendangkalan drainase secara otomatis volume air hujan yang cukup tinggi kemarin maupun beberapa waktu lalu meluap hingga ke pemukiman masyarakat kampung Baru,” ungkapnya.

Selain itu katanya lagi, ada beberapa warga yang sengaja membongkar drainase untuk membuat pembuangan air ke tempat drainase. Namun, tidak dilakukan perbaikan drainase yang dibongkar itu menjadi permasalahan. Akan tetapi, dirinya tidak mempermasalahkan. Asalkan, jangan membuang sampah pada drainase.

Mengingat, saluran drainase yang dibangun tidak hingga ke hulu. Dikarenakan, jalur drainase tersebut mengenai tanah orang. Sehingga, pihak pengembang tidak bisa meneruskan pembangunan drainase. ” Saya ada solusi, saluran yang dibikin masyarakat dibuat buka tutup. Dan nanti, saya laporkan kepada pimpinan ada beberapa titik drainase yang perlu ditambah ketinggiannya sesuai usulan warga kampung Baru,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Mulyadi menghimbau kepada masyarakat yang ada di perumahan Balai Garden maupun masyarakat disekitar perumahan. Agar, memperhatikan lingkungannya masing-masing supaya tidak membuang sampah sembarangan.

”Banjir terjadi diakibatkan membuang sampah di drainase. Saya sudah memantau dibeberapa titik terjadi banjir dan ditemukan banyak sampah,” singkatnya.

Sedangkan dari perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Himawan, pihaknya mengakui belum melakukan pemeliharan terhadap drainase tersebut. Dan dirinya meminta kepada pengembang agar melakukan pemeliharaan drainase harus bersama-sama. Termasuk warganya, untuk melakukan gotong royong membersihkan drainase.

” Intinya, harus sama-sama menjaga drainase. Dan Pak Bupati sudah turun langsung kelapangan, untuk melakukan pendataan dan langkah-langkah selanjutnya untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Salah satunya dihulu dilakukan pengerukan drainase,” jelas Himawan.

Dan Camat Tebing Herisa Anugerah dalam mengakhir pertemuan tersebut, telah mengambil kesimpulan bahwa untuk mengatasi banjir yang terjadi diwilayahnya perlu ada kebersamaan antara Pemerintah Daerah, masyarakat dan pengembang perumahan peduli terhadap lingkungan.

” Pokoknya, peduli terhadap lingkungan. Agar tidak terjadi lagi banjir. Dan dari pihak pengembang sudah ada sinyal akan memberikan solusi terbaik dalam mengantisipasi banjir dikampung Baru Tebing,” ucap Ica panggilan akrabnya.(tri)

Update