
batampos.co.id – Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum mengatakan pembangunan Jodoh Boulevard melenceng dari konsep awal yang direncanakan. Awalnya, kawasan seluas 50 × 750 meter ini dibangun dengan tujuan menjadi ikon Kota Batam yang dilengkapi dengan taman rekreasi keluarga dan sekaligus pusat penjualan kecil dan menengah.
“Waktu saya masih kepala bagian pembangunan. Jodoh Boulevard bukan seperti ini konsepnya,” kata Syamsul, Rabu (1/3).
Pembangunan melenceng ketika pembangunan diambil alih oleh provinsi. Saat itu Pemko Batam tak mampu melanjutkan karena keterbatasan anggaran. Provinsi yang memiliki konsep lain mengubah perencanaan ini, sehingga dimulailah pembangunan.
“Memang ada sedikit perubahan dari yang awal kita rencanakan, sehingga pembangunann seperti sekarang ini,” sebut Syamsul.
Menurut dia, pembangunan oleh provinsi belumlah final. Karena keterbatasan anggaran jualah, Jodoh Boulevard tak kunjung selesai dibangun.
“Setahu saya disana mau dibangun kios-kios, sudah disiapkan sekitar 120 pedagang. Konsepnya sama taman bermain, lengkap dengan air mancur dan lampu-lampu jalan. Cuma dalam pelaksaan tak tertata baik,” ungkap dia.
Syamsul berharap, Wali Kota Batam Rudi menata ulang kembali Jodoh Boulevard ini. Terkait aset yang masih dimiliki provinsi, ia mengakui tidak menjadi masalah. Provinsi dengan legowo akan mengembalikan lagi aset tersebut ke Kota Batam.
“Tinggal surati provinsi saja, bisa langsung kita serahkan. Perencanaan sudah ada, tinggal pematangan saja,” bebernya.
Anggota Komisi III DPRD Batam, Rohaizat menyambut baik penyerahan aset Jodoh Boulevard tersebut ke kota.
“Kita dukung. Coba lihat sekarang, taman kota yang direncanakan malah jadi pusat perjudian dan prostitusi,” katanya.
Bahkan kawasan ini sudah menjadi tempat berkumpul anak-anak jalanan. Tak sedikit juga tindak kekerasan terjadi di Jodoh Boulevard.
“Jangankan mau ke sana. Berhenti saja tak mau melihat kondisinya seperti saat sekarang,” tutur Rohaizat.
Ia mengakui, DPRD siap menganggarkan jika pemerintah kota mengusulkan anggaran untuk penataan kembali Jodoh Boulevard ini.
“Tapi harus komitmen untuk dikelola sesuai konsep yang ada. Pengawasan harus dimaksimalkan lagi,” jelasnya. (rng)
