batampos.co.id – Lima tahun sudah berlalu bangunan pelabuhan ponton tempat persinggahan kapal penumpang, namun hingga saat ini pelabuhan itu belum dimanfaatkan untuk menurunkan dan menaikkan penumpang yang datang dan bepergian dari dan keluar daerah.
Hal ini diungkapkan Camat Durai, Agung, terkait kondisi pelabuhan ponton Durai yang selama ini belum digunakan masyarakat tempatan untuk turun dan naik kapal tumpangan. Saat ini kapal tumpangan masih sandar pada pelantar rumah dengan menggunakan tangga kayu untuk menurunkan dan menaikkan penumpang,ujarnya.
Untuk itu, masyarakat mengusulkan posisi ponton pelabuhan Durai itu supaya kembali direnovasi bagaimana layaknya tempat sandar kapal penumpang. Soalnya, posisi ponton pelabuhan itu tak layak untuk sandar kapal tumpangan.
“Bagaimana tidak, pada bagian ponton sandar kapal ukurannya jauh lebih pendek bila dibandingkan dengan posisi ukuran ponton pada bagian kiri dan kanan,artinya ukuran ponton yangj lebarnya pendek mengarah ke laut tempat sandar kapal, sedangkan ukuran panjang ponton merarah pada posisi kiri dan kanan,” papar Agung.
Bangunan pelabuhan pontoon Durai itu dananya melalui APBD Provinsi. Makanya, usulan renovasi pelabuhan dan mengubah posisi pontoon pelabuhan itu diusulkan melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kepri melalui Dishub Karimun.
”Yang jelas, kondisi pelabuhan ponton Durai itu sudah sangat mendesak untuk perbaikan hingga nantinya pelabuhan itu berdaya guna dan dapat dimanfaatkan masyarakat turun dan naik kapal tumpangan,” tutupnya. (pst)
