Jumat, 10 April 2026

Dam Air Bersih Daik Terancam Jebol

Berita Terkait

batampos.co.id – Dam air hulu Sungai Tanda terancam jebol. Lokasi sumber air untuk kebutuhan air bersih kawasan ibukota Daik ini sejak dibangun beberapa tahun terakhir tidak pernah mendapat perawatan. Gerusan banjir yang selalu terjadi setiap tahun membuat bibir sungai dan pondasi Dam rusak.

Hal ini dibenarkan kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Lingga, Hidayat. Sejak akhir 2014 lalu, PDAM telah sampaikan persoalan di lapangan kepada dinas terkait. Namun, tidak kunjung ada solusi perbaikan.

“Sudah berkali-kali disampaikan dan usulkan perbaikan ini kepada dinas PU. Tapi sampai sekarang juga belum ada. Tidak mungkin menunggu jebol baru diperbaiki. Ujung-ujungnya kami di PDAM yang disalahkan masyarakat,” jelas Hidayat, Senin (6/3) siang.

Kondisi di lapangan lanjut Hidayat benar-benar menghawatirkan. Jika Dam hulu sungai Cabang Dua tersebut jebol, pasokan air bagi konsumen di wilayah ibukota Daik bakal lumpuh.

“Ini untuk kepentingan orang banyak. Harusnya cepat direalisasikan. Jangan sampai jebol dulu baru diperbaiki,” kata Hidayat.

Ditempat lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Said Nursyahdu membenarkan jika tahun 2017 tidak ada kegiatan pemeliharaan sumber air bersih tersebut. Hal ini kata pria yang akrab disapa John sudah berlangsung dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tidak ada kegiatan pemeliharaan itu. Dari jaman dulu tidak ada. Tahun depan ini akan jadi prioritas kami,” kata John yang baru empat bulan terakhir menjabat sebagai kadis PU.

Dipastikan John, perbaikan Dam sungai Tanda tidak akan dikerjakan tahun ini meski kondisi sangat mengkhawatirkan. Sedangkan untuk sumber air baku wilayah pulau Lingga lanjut John perlu dibuat rencana besar. Maksudnya proyek jangka panjang yang bisa digunakan hingga 15 Tahun kedepan. Sayangnya, beberapa tahun terakhir hal ini tidak digarap sehingga sumber air yang melimpah di pulau Lingga tidak termanfaat secara maksimal.

“Mulai tahun depan, ini jadi agenda besar kami (dinas PU). Sumber air dari Sungai Tanda saat musim kemarau berkurang. Harus ada upaya dan rencana besar memanfaatkan seluruh potensi untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Tahun depan kami akan buat kegiatan memanfaatkan sumber-sumber yang ada. Bisa di Panggak Darat, Resun atau Mentuda agar bisa digunakan jangka panjang hingga 15 Tahun kedepan,” tutupnya. (mhb)

Update