batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas hingga saat ini belum memiliki pelabuhan khusus bongkar muat. Saat ini proses bongkar muat masih dilakukan di pelabuhan Pelni yang ada di Tarempa. Yang lebih memprihatinkan, saat ini pemerintah daerah masih bingung untuk menentukan lokasi pembangunan pelabuhan bongkar muat, pasalnya saat ini dinilai belum ada lokasi yang strategis.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas Nurman, mengakui saat ini ada dua lokasi yang akan dipilih untuk mendirikan pelabuhan bongkar muat barang. Yang pertama yakni di Antang desa Tarempa Timur kecamatan Siantan dan di Air Bini kecamatan Selatan.
“Kita belum bisa menentukan lokasi yang tepat karena kita harus mengkaji dulu lokasi mana yang lebih cocok, apakah di Antang atau di Air Bini,” ungkap Nurman, kepada wartawan Senin (6/3) kemarin.
Pengkajian itu juga tidak sembarangan tapi harus menggunakan tenaga ahli supaya pembangunannya lebih tepat guna. Karena jika salah pilih tempat tidak terlalu berdampak pada masyarakat. “Kelebihan dan kekurangannya akan kita kaji dulu, misalnya kalau di pelabuhan di bangun di Air bini kelebihan dan kekurangannya apa, kalau di bangun di Antang juga demikian,” jelasnya.
Setelah tempatnya ditentukan baru pihaknya akan membuat perencanaan dulu supaya pembangunannya bisa secepatnya dilakukan. “Baik di Air Bini maupun di Antang, sama-sama ada kelemahan. Di Antang lebih dekat tapi di Air Bini lahannya lebih luas tapi lokasinya sangat jauh,” ungkapnya.
Sementara itu Asisten Deputi Kementerian Kemaritiman Rahman Hidayat, menyarankan jika menentukan lokasi pelabuhan itu harus hati-hati dan mempertimbangkan segala hal. Seperti mempertimbangkan masalah ketersediaan lahan dan sebagainya.
Minimal untuk pembangunan pelabuhan bongkar muat kata Rahman, harus ada 10 ha kalau bisa 50 ha, area ini untuk beberapa keperluan seperti adanya tempat pembangunan gudang, tempat BBM dan sebagainya,” jelasnya.
Yang tidak kalah pentingnya yakni mengenai penguasaan lahan yang harus didahulukan karena jika tidak maka dikhawatirkan pembangunan tidak bisa dilaksanakan karena lahan yang ada dikhawatirkan milik masyarakat. “Kalau penguasaan lahan tidak jelas, takutnya malah tidak jadi dibangun,” katanya mengingatkan pemda.
Dirinya sangat setuju di Anambas dibangun pelabuhan bongkar muat karena jika sudah ada maka pelabuhan yang ada saat ini bisa difokuskan untuk pelabuhan umum dan pelabuhan para pengunjung, mengingat Anambas merupakan kawasan pariwisata. “Kalau ada pelabuhan bongkar muat sendiri di pelabuhan tarempa bisa jadi pelabuhan umum dan untuk kedatangan wisatawan,” tutupnya. (sya)
