Jumat, 3 April 2026

Proyek Siluman Wisata Berburu Babi

Berita Terkait

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Lingga, Khairl Anwar mengatakan pihaknya tidak pernah sama sekali membahas wisata berburu babi yang akan diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lingga. Beberapa waktu lalu kata Anwar, pihaknya hanya membahas terkait kegiatan Off Road akhir tahun 2016.

Kegiatan dengan anggaran mencapai Rp 200 juta tersebut dinilai sebagai proyek siluman. Ada sejumlah oknum yang bermain dibalik layar. Diduga kuat, kegiatan ini merupakan titipan.

“Kami tidak pernah bahas kegiatan wisata berburu babi. Yang ada hanya Off Road,” jelas Khairl Anwar kepada Batam Pos, Senin (6/3).

Hal ini lanjutnya, tidak akan memberikan nilai balik atau output bagi daerah. “Kami menilai tidak ada output,” lanjutnya.

Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, kegiatan wisata berburu babi masuk dalam salah satu agenda Visit to Lingga 2017. Kegiatan ini akan dijadikan even tahunan oleh dinas terkait. Selain tidak pernah dibahas dan masuk dalam APBD 2017 kabupaten Lingga, promosi wisata ini dinilai moncoreng nama Bunda Tanah Melayu yang mengusung wisata budaya. Sebab, jika mengacu dengan tujuan pariwisata unggulan daerah yang ditetapkan Provinsi Kepri, pulau Lingga ditetapkan sebagai wisata budaya dan sejarah. (mhb)

Update