
batampos.co.id– Tak kunjung dioperasikan, warga Kundur menilai proyek pembangunan ruang tunggu pelabuhan Tanjungbatu mubazir. Selain mangkrak selama empat tahun, biaya yang digelontorkan untuk pembangunan ruang tunggu pelabuhan pun mencapai miliaran rupiah.
Tokoh pemuda Kundur, Wijoyokusumo menyebutkan, keinginan masyarakat cukup sederhana terhadap fasilitas ruang tunggu pelabuhan yang sudah dibangun tersebut. Yakni, segera difungsikan sebagaimana layaknya. Terpenting untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan, dan mengurangi pemubaziran aset pemerintah.
Terkait hibah ataupun serahterima aset, itu urusan Pemerintah Provinsi Kepri apakah diserahkan ke pelabuhan ataupun ke BUP Kabupaten Karimun untuk mengelolanya,” terang Wijoyo, Kamis (9/3) kemarin.
Terpisah anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri Jokonugroho saat menghadiri penutupan pelantikan brigadir Polri SPN Polda Kepri di Tanjungbatu mengaku segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait proyek terminal dan ruang tunggu pelabuhan Tanjungbatu tersebut. Termasuk menayakan lambannya serahterima ataupun hibah pembangunan terminal dan ruang tunggu pelabuhan Tanjungbatu.
“Kita sudah mendapatkan bukti surat perjanjian hibah aset tersebut kepada unit pelayanan pelabuhan kelas II Tanjungbatu dari Dinas Perhubungan Provinsi Kepri,” sebutnya. (ims)
