Selasa, 10 Februari 2026

Target RPJMD Kewirausahaan Pemuda Masih Nol Persen

Berita Terkait

batampos.co.id – Selama empat tahun masa kepemimpinan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dan Wakilnya, Syahrul berjalan, masih banyak target Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) belum tercapai. Khususnya program kewirausahaan bagi generasi pemuda di Kota Tanjungpinang yang masil nol persen.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tanjungpinang, Gunawan Grounimo mengatakan RPJMD kewirausahaan pemuda yang dicanangkan kepemimpinan Lis-Syahrul dari 2012-2018 masih nol persen. Maka tahun ini rencana belanja (renja) untuk membangkitkan kewirausahaan pemuda akan digesa pelaksanaannya.

“Sebenarnya kegiatan ini sudah terlambat. Tapi masih ada waktu setahun lagi untuk kejar RPJMD itu. Jadi langkah awalnya kami akan surevei seluruh pemuda yang berdomisili di 18 kelurahan dulu,” ujar Gunawan ketika dikonfirmasi, kemarin.

Survei kepemudaan yang dilakukannya, kata Gunawan, hanya sebatas mencari dan menyeleksi saja. Mulai dari pemuda yang belum ada pekerjaan atau pengangguran sampai yang sudah memiliki usaha.

Dari seleksi itu, lanjut Gunawan, hanya diambil 500 orang. Mereka akan dididik agar pola pikir berubah ke arah lebih maju. Dengan begitu mereka memiliki bekal untuk bekerja atau mendirikan berbagai macam usaha-usaha.

“Kegiatan ini akan kami lakukan Oktober atau November melalui APBNP. Karena kalau sekarang tak dianggarkan di APBD Murni,” bebernya.

Ditanya mengenai pemuda hanya sebatas dididik saja tanpa memberikan dana, Gunawan mengaku instansinya hanya diberikan kewenangan mendidik untuk memberikan ilmu pengetahuan saja. Sedangkan untuk melatih sampai memberikan dana ataupun menyediakan tempat usaha merupakan kewenangan instansi lain.

Namun agar bekal yang diberikan kepada 500 pemuda tersebut bisa disalurkan, sambung Gunawan, dirinya akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Mikro untuk memberikan pelatihan dan tempat bekerja. Kemudian juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk memberikan pendanaan dalam membuka usaha lainnya.

“Dispora hanya bersifat menyeleksi dan mendidik saja. Sedangkan untuk melatih, memberikan dana serta menyediakan tempat usaha akan ditangani oleh instansi terkait lainnya,” jelasnya.

Gunawan berharap melalui perencanaan kegiatan seperti ini target RPJMD kewirausahaan bagi pemuda bisa menembus angka 50 persen diakhir tahun. Bahkan ketika masa tenggat RPJMD itu berakhir 2018 mendatang seluruh pemuda yang dididik dan dilatih sudah bekerja dan memiliki usaha.

“Target kami RPJMD kewirausahaan pemuda bisa mencapai 50 persen diakhir tahun ini,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul mengaku pola pikir generasi pemuda di Tanjungpinang masih tertinggal. Sebab rata-rata keinginan pemuda menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dibandingkan membuka bisnis usaha.

“Mirisnya lagi mainsed harus ASN itu mendapat dukungan orang tua dari pemuda. Inilah yang harus menjadi tugas bersama untuk merubahnya,” katanya.

Syahrul menghimbau agar pemuda daerah ini berpikir kearah yang lebih maju. Jangan lagi berpedoman bekerja sebagai ASN merupakan segala-galanya. Karena ASN itu tidak membuat seseorang cepat kaya melainkan berkehidupan sederhana.

“ASN itu abdi negara. Jadi semuanya sudah diatur oleh negara. Kalau mau sukses jadilah pengusaha karena peluangnya lebih besar dan juga bisa berkontribusi bagi banyak orang dan negara,” ungkapnya. (ary)

Update