Joko seorang pekerja agen gas di Perumahan Mitra Raya Batamcenter sedang menyusun tabung gas 5 Kg , Senin (27/2).Gas 5 kg yang diluncurkan oleh pertamina sudah didistribusikan di Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wacana pemerintah untuk mengurangi tabung gas elpiji tiga kilogram dan menggantikannya dengan tabung gas ukuran lima kilogram menjadi kekuatiran serius warga di Sagulung dan Batuaji saat ini. Warga kuatir kebijakan tersebut tidak tepat sasarannya nantinya dan menyusahkan warga yang benar-benar kurang mampu.

Kekuatiran warga itu disampaikan oleh Chandra seorang pemilik pangkalan Gas di Sagulung. Meskipun tabung gas lima kilogram tersebut belum beredar, namun sejak isu pembatasan gas melon dihembuskan tidak sedikit warga yang bertanya-tanya.

“Umumnya mereka tanya siapa saja yang berhak mendapatkan gas melon dan gas lima kilogram itu,” ujar Chandra, Kamis (9/3).

Chandra menuturkan informasi yang diterima masyarakat,  bahwa pemerintah akan membatasi penggunaan gas elpiji yang harga pertabungnya hanya Rp 18 ribu. Warga kuatir mereka akan diwajibkan menggunakan gas ukuran lima kilogram yang harganya diinformasikan cukup malah mencapai Rp 60 pertabung itu.

“Pemerintah seharusnya sudah lakukan sosialisasi jika memang benar mau mengedarkan tabung gas lima kilogram itu agar masyarakat tahu mana yang berhak tabung tiga kilogram dan mana yang harus pakai tabung lima kilogram,” tutur Chandra.

Jika memang benar pemerintah akan menerapkan kebijakan tersebut, masyarakat berharap pemerintah segera melakukan sosialisasi dan memberikan pengawasan ketat agar program tersebut tepat sasaran.

“Dalam arti jika tiga kilogram hanya untuk masyarakat kurang mampu ya harus diawasi. Jangan sampai yang kurang mampu malah harus beli yang lima kilogram atau sebaliknya,” ujar Jecky, seorang warga di kelurahan Sagulung Kota, kemarin. (eja)

Baca juga

Gas 5,5 Kilo Sudah Ada di Batam

Respon Anda?

komentar