Jumat, 3 April 2026

Warga Khawatir Korupsi e-KTP Pengaruhi Proses Cetak

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Kasus dugaan korupsi e-KTP yang sedang panas-panasnya di pemerintah pusat membuat sebagian warga Kota Batam mulai khawatir. Mereka khawatir permasalahan itu menambah lambatnya proses cetak e-KTP yang telah lama dinanti.

Eliza misalnya, ia mempertanyakan kapan hasil e-KTP-nya selesai. Apalagi pengurusan e-KTP hingga rekam telah dilakukan sejak Agustus tahun lalu.

“Nasib e-KTP saya tak sudah-sudah. Kapan blankonya ada, jangan-jangan tambah lama,” kata Eliza warga Bengkong, Sabtu (11/3).

Begitu juga dengan Ulanda, khawatir jika e-KTP yang telah diurusnya tak akan selesai. Mengingat proses yang dilakukannya sejak perekaman hingga sekarang cukup memakan waktu lama.

“Saya bingung untuk pengurusan sesuatu di bank. Jangan-jangan petugas kecamatan sudah lupa. Apalagi ada korupsi e-KTP itu, mungkin e-KTP saya tak akan selesai,” jelasnya.

Kabag Humas Pemko Batam, Ardi Winata, dugaan korupsi e-KTP tersebut merupakan kasus lama dan tengah disidang di pengadilan. Hal itu tak ada berpengaruh terhadap proses pengadaan blanko yang kini tengah ditunggu.

“Permasalahan itu sudah lama. Dan ini untuk pengadaan baru, semua proses untuk pengadaan ini diulang kembali,” kata Ardi.

Menurut dia, saat ini pemerintah pusat telah memroses lelang blanko e-KTP. Tinggal menentukan siapa pemenang lelang untuk pengadaan blanko tersebut.

“Kita juga akan mem-follow up pendistribusian blanko itu ketika proses lelang sudah selesai. Mudah-mudahan secepatnya,” jelas Ardi.

Karena itu, ia meminta masyarakat Batam agar lebih sabar, apalagi pihaknya sudah menyiapkan surat keterangan sebagai penganti e-KTP sementara. Ia berharap masyarakat juga tak termakan informasi yang tidak pasti mengenai pengadaan blanko.

“Informasi bisa dicari tahu di setiap kecamatan, jangan termakan informasi dari luar yang belum tentu kebenarannya,” pungkas Ardi. (she)

Update