Sabtu, 7 Maret 2026

Warga Hinterland Usulkan Jembatan Penyeberangan Laut

Berita Terkait

batampos.co.id – Sejumlah warga hinterland yang berdomisili di Desa Keban, dan Desa Niurpermai, Kecamatan Moro, sangat berharap keberadaan jembatan penghubung. Tujuannya untuk merangkai antar pulau guna meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperpendek rentang kendali.

Jembatan penyeberangan yang diharapkan dari Dusun Judah (Keban) ke Dusun Pasai, dan Dusun Niur (Desa Niurpermai) yang terletak di kawasan Pulau Sugie. Dengan merangkai hubungan ke tiga pulau itu, maka masyarakat bisa meringankan beban biaya transportasi angkutan laut dari satu pulau ke pulau lainnya.

“Keberadaan bangunan jembatan merangkai antarpulau di Desa Niurpermai dan Desa Keban, Moro itu, benar benar diharapkan masyarakat tempatan yang disejalankan dengan wacana pemekaran kecamatan ke depan nantinya,” ugkap Mamat, tokoh masyarakat Desa Niurpermai, Moro, Sabtu (11/3) lalu.

Alasannya, jika direalisasikan jembatan penyeberangan laut dari Moro ke Desa Pauh yang panjangnya sekitar 450 meter itu dinilai berdampak positif pada pertumbuhan perekonomian masyarakat Desa Pauh tersebut. Sementara, untuk bangunan jembatan penyeberangan dari Dusun Judah ke Dusun Pasai panjangnya sekitar 150 meter. Begitu juga antara Dusun Pasai ke Desa Niurpermai panjangnya sekitar 150 meter.
“Artinya usulan kedua jembatan itu baru panjangnya 300 meter,” jelasnya.

Tentu dengan adanya jembatan penyeberangan laut itu, anak-anak pulau yang melanjutkan pendidikan ke Desa Niurpermai dan pelayanan kesehatan masyarakat pulau-pulau sudah bisa menggunakan kenderaan darat. Imbasnya, biaya perjalanan darat jauh lebih irit dibandingkan melalui transportasi angkutan laut. Sebab, faktor pendukung bangun jembatan merangkai antar pulau-pulau itu sudah ada sarana pendidikan tingkat SMP, SMA dan Puskesmas yang letaknya di Desa Niurpermai dalam kawasan Pulau Sugie. (pst)

Update