
batampos.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum (DPAM) Tirta Karimun, terus mengebut membangun infrastrur pipanisasi untuk pelanggan di Karimun. Dan pada tahun 2017, untuk wilayah kecamatan Meral ada peningkatan cakupan pelayanan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Meral penambahan pipa sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
”Alhamdulillah, kita terus dibantu oleh Pusat dalam penambahan infrastruktur air bersih. Sehingga, kebutuhan air bersih di pulau Karimun bisa lebih banyak dinikmati oleh masyarakat banyak,” jelas Direktur PDAM Tirta Karimun Indra Santo, kemarin (15/3).
Dengan demikian, untuk kabupaten Karimun sudah ada empat wilayah SPAM IKK diantaranya Desa Pongkar, Sawang kecamatan Kundur Barat , kecamatan Moro dan kecamatan Kundur. Sedangkan, yang sudah beroperasi SPAM IKK dan dinikmati oleh masyarakat baru dia yaitu kecamatan Moro dan Kundur. Sementara SPAM IKK Sawang dan Pongkar, akan segera beroperasi dalam tahun ini atau diawal April mendatang.
”Rata-rata SPAM IKK bisa dinikmati untuk 600 sambung baru. Dan cukup terbantuk, dengan pembangunan SPAM IKK tersebut,” terangnya.
Sementara untuk jumlah pelanggan secara keseluruhan mencapai 5965 pelanggan air bersih yang sudah menikmati. Dengan rincian, Karimun 4412, Kundur 844 dan Moro 709 pelanggan. Kemudian, untuk daftar tunggu pelanggan air bersih mencapai 1000 pelanggan yang sudah mengantarkan formulir ke kantor PDAM Tirta Karimun.
”Paling penting kita prioritaskan untuk pelanggan rumah tangga. Dan ditargetkan sudah terpasang pada tahun ini juga, semuanya harus bertahaplah,” kata Santo, putra asli Kundur.
Sedangkan, untuk di Desa Pongkar kecamatan Tebing Green SPAM nantinya akan menghasilkan volume air 2×10 liter per detik untuk wilayah SPAM IKK kecamatan Meral dan Tebing. Selain itu khusus diwilayah desa Pongkar bisa mendapatkan sambungan baru mencapai 600 pelanggan, selanjutnya direncanakan Kamis (23/3) SPAM IKK Kundur Barat segera beroperasi. Dengan ditandai peresmian oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq.
”Secara umum sih, permasalahan air bersih sudah dapat teratasi sementara. Sebab, untuk optimalisasi perlu perbaikan infrastruktur semuanya,” tutupnya. (tri)
