
batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dengan gotong royong membersihkan sampah di pesisir Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, Sabtu (18/3). Sedikitnya 30 ton sampah diangkut dari tepi laut.
Menolak lupa atas tragedi longsornya TPA Leuwigajah, Cimahi yang menewaskan ratusan warga pada 21 Februari 2005, Pemerintah dalam hal ini menetapkan tanggal tersebut sebagai peringatan HPSN.
Berbagai rangkaian kegiatan juga telah dilakukan DLH Kota Batam diantaranya pemungutan sampah di Lapangan Engku Putri bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan (IMTLI) untuk mendukung gerakan Batam bebas Sampah 2017.
Dilanjutkan dengan pengangkutan sampah di Pantai Sekilak, Nongsa.
“Dalam dua hari tersebut, kita bisa mengangkut sampah sekitar 30 ton,” kata Kepala DLH Kota Batam, Dendi Purnomo.
“Hari ini (18/3), kami telah mengerahkan 11 dumptruck, 1 becak motor dan 1 pickup untuk mengangkut sampah di pesisir Tanjungriau ini,” sebutnya.
Selain itu, untuk memberikan rasa jera kepada oknum yang membuang sampah sembarangan di laut, Pemko Batam dan DLH Kota Batam juga telah menyiapkan langkah hukum.
“Maka akan didenda sebesar Rp 50 Juta dan kurungan 3 bulan,” ucapnya.
Dendi juga mengatakan telah memberikan 500 poster kepada restoran di pinggiran laut sebagai langkah preventif mengurangi volume sampah di laut.
“Kita juga akan menyiapkan 20 pompong kepada kecamatan yang berbatasan langsung dengan laut,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini, dibuka dengan berbagai aksi oleh pelajar dan generasi muda sebagai langkah memberikan sosialiasi dan edukasi terkait sampah.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, mudah-mudahan bisa menularkan kebiasaan baik untuk seluruh elemen masyarakat,” kata Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin.
Deklarasi Batam Bebas Sampah 2020 pun menjadi target Pemerintah Kota Batam.
“Pemko Batam sudah melakukan langkah-langkah untuk mencapai hal tersebut di antaranya sistem pembuangan sampah dari sumbernya ke TPS adalah tanggung jawab Camat dan seluruh aparatnya. Di kecamatan pula sudah dilakukan bank sampah, ibu-ibu sangat bergairah mengubah sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Kita berikan apresiasi luar biasa,” ungkapnya.
Pemko Batam dalam hal ini menyiapkan infrastruktur dan sistem, di sisi lain juga ikut mengajak masyarakat untuk peduli sampah. “Sampah bukan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya, sampah adalah tanggung jawab setiap individu,” ucapnya.
Sekitar 600 orang yang tergabung dari sekolah, pramuka, marinir, kepolisian, angkatan darat, duta lingkungan hingga perusahaan-perusahaan di Batam melaksanakan kegiatan ini dengan antusias. Diisi berbagai sosialisasi dan langkah nyata pengurangan sampah. (cr18)
