
batampos.co.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan akan membuat model-model percontohan dalam pengembangan pertanian organik terpadu di Kota Tanjungpinang. Prodak awal yang dikembangkan melalui dana Program Sosial BI (PSBI) yaitu membantu petani menanam cabai. Sebab komoditas kebutuhan tersebut telah menyumbang inflasi terbesar di Kepri.
“Untuk menekan inflasi daerah akibat minimnya pasokan cabai. BI membantu kelompok petani di Tanjungpinang menanam dan mengelola pertanian cabai dengan pola organik,” ujar Raizal usai memanen cabai bersama Kelompok Petani Suka Maju, di Kampung Sidomulyo, Batu 10, Minggu (19/3).
Tahun ini, kata Raizal, melalui dana Program Sosial BI (PSBI) yang digalakkan Komisi 11 DPR RI hanya difokuskan kepada pertanian cabai. Dengan harapan dapat memenuhi permintaan masyarakat Kota Tanjungpinang serta upaya untuk menghentikan aktivitas impor komoditas tersebut dari Sumatera dan Jawa.
Agar pengembangan pertanian cabai ini berjalan sukses, lanjut Raizal, Kantor Perwakilan BI Kepri bekerjsama dengan Pemko Tanjungpinang untuk memberikan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok petani.
“Kami tidak diperbolehkan memberikan uang maupun barang hidup. Tapi bantuan yang kami berikan bersifat melatih dan pembangunan fisik saja. Makanya kami harapkan dukungan pihak lain agar bantuan ini tidak putus begitu saja,” bebernya.
Ditanya dana PSBI hanya untuk pertanian saja, Raizal mengaku masih banyak program lain yang akan dilaksanakannya. Diantaranya budidaya ikan, pengembangbiakan sapi, holtikutura sampai membina wirausah.
Namun untuk lahan ataupun tempat pengembangannya harus disediakan terlebih dahulu oleh pemda setempat atau kelompok tani. Jika tersedia, dana PSBI ini aakan digunakan untuk membangun denplot serta kandang komunal.
“Banyak program yang kami laksanakan. Tapi hanya untuk sekedar merubah menset mereka saja sedangkan urusan lainnya akan ditangani pemda setempat ataupun kelompok tertentu,” jelasnya.
Semntara itu, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan pemda sudah menyediakan lahan seluas 20 Hektare untuk pertanian, peternakan dan budidaya ikan air tawar. Namun lahan yang disediakan bukan diperoleh dengan dibeli ataupun milik pemerintah melainkan lahan pinjam pakai dengan waktu yang cukup lama
“Jadi lahan untuk pertanian, peternakan dan budidaya ikan sudah kami sediakan dengan pinjam pakai kepada pemilik lahan. Sedangkan BI melalui dana PSBI akan membangun fasilitas fisik yang dibutuhkan petani,” katanya.
Khusus untuk peternakan sapi, kata Lis, untuk kandang komunal dan denplot sudah disediakan Kantor Perwakilan BI diatas lahan tersebut. Sedangkan sapinya akan diadakan dan didatangkan melalui bantuan APBN dari Pemerintah Pusat.
Kemudian untuk bibit cabai dan ikan, lanjut Lis, akan dihadirkan melalui instansi terkait. Baik dari Pemko Tanjungpinang maupun Pemprov Kepri. Sehingga program pertanian, peternakan dan budidaya ikan dapat berjalan sukses didaerah ini.
“Sampai saat ini sapi dari bantuan pusat berjumlah 27 ekor. Kesemuanya telah dikelola oleh Kelompok Peternak Suka Maju. Begitu juga dengan pertanian dan budidaya ikan dilakukan kelompok tersebut,” ungkapnya. (ary)
