
foto: putut ariyotejo / batampos
batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id yang baik, Warga Batam patut bersyukur dengan fasilitas air bersih yang ada saat ini. Boleh dibilang semua warga Batam yang tinggal di Pulau Batam telah menikmati air bersih selama 24 jam.
Kalaupun ada yang tidak 24 jam mengalir itu sebesar 0,5 persen dari seluruh pelanggan ATB Batam yakni 226 ribu pelanggan.
Mengapa kita harus bersyukur sebab di Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepri, fasilitas air belum mengalir 24 jam.
“Bapak – ibu saya nih Direktur PDAM Tirta Kepri, di rumah saya air mengalir dua hari sekali,” ujar Abdul Kholik pada diskusi terbatas tentang masa depan air yang ditaja oleh harian Pos Metro Batam, Selasa (22/3/2017).
Di Pulau Bintan, krisis air terjadi sejak 1980, hingga kini, belum berhasil diberesi.
Awalnya hanya ada 200 pelanggan, kini pelanggan PDAM Tirta Kepri mencapai 16 ribu.
“Waduk yang kami kelola ialah Wadung sei Pulau yang dibangun pada tahun 1971,” ujar Kholik.
Saat ini Kholik tak bisa lagi menerima pelanggan baru. “Kalau kami terima kuatir hanya angin yang bisa kami salurkan,” ucapnya.
Penyediaan air bersih memang sangat tergantung ke air baku.
“Sehebat apapun perusahaan air tak akan sanggup beroperasi jika air bakunya tak baik,” timpal Presdir ATB Batam, Benny Andrianto.
Diskusi ini memang menghadirkan kedua tokoh itu plus Purba Robert Sianipar, Deputi IV BP Batam. Pun Kadis Lingkungan Hidup Pemko Batam, Dendi Purnomo, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri Abu Bakar.
ATB Batam sendiri kini menghadapi krisis air baku. Banyak dam yang sudah mengalami sedimentasi. Bahkan diperkirakan pada 2020 Batam akan mengalami krisis air bersih.
Dam paling besar yang dimiliki Batam ialah Duriangkang. Secara normal permukaan air tertinggi dam ini ialah 7,5 meter. Kini telah susut 2 meter.
“Jadi elevasi tertinggi kini hanya sekira 5,5 meter,” ujar Robert.
Untuk itu, ajak Robert, salah satu cara ialah menjaga lingkungan yang ada. “Batam hanya mengandalkan air tadah hujan, jika hutan tidak dijaga niscaya tidak ada lagi air yang bisa disimpan.
Sesungguhnya air yang bisa dikelola ialah air tanah. Air ini tidak menguap.
BP Batam bertekad untuk menjadikan Dam Duriangkang bersih dari kegiatan ekonomi . (ptt)
