Pasar legendaris, Tanjung Pantun, Jodoh di potret dari Ketinggian, Selasa (14/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sepinya pembeli menjadi dalih di balik angkat kaki para pedagang yang sebelumnya menempati Plaza Tanjung Pantun dan juga Pasar Induk. Jodoh Boulevard yang jauh-jauh hari digadang dapat menjadi pemantik keramaian tidak pernah terwujud nyata. Yang ada kini, justru semakin sepi.

Pedagang menilai keberadaan taman itu memperkecil akses lalu lintas kendaraan yang melintas. Keadaan semakin diperparah dengan tak terawatnya taman yang terbentang tepat di bagian tengah jalan.

“Jadi jarang ada yang lewat. Tempat begini banyak yang mengira sudah tidak ada yang berjualan lagi,” tutur Henri salah seorang pemilik kios pakaian pria di Plaza Tanjung Pantun, ditemui Batam Pos, Kamis (23/3).

Menapaki lantai kedua Plaza Tanjung Pantun memang tak banyak kios yang bisa disinggahi. Dari banyaknya kios yang tersedia, hanya empat yang masih terbuka menjualkan barangnya. Sementara di lantai tiga, hanya tersisa beberapa toko saja, menawarkan bunga-bunga hantaran dijual secara grosir.

Henry sendiri mengaku tetap tinggal dikarenakan berada di lokasi yang sama sejak lama.

Sementara itu pemandangan yang tak jauh berbeda juga ditemui di pasar induk. Aktivitas jual-beli telah bertahun-tahun terhenti. Tak ada lagi pembeli singgah di sini. “Siapa yang mau beli kalau jualan di sini?” tutur Rini saat membersihkan petai yang menjadi barang jualannya.

Ia menuturkan, pasar induk kini hanya menjadi tempat peristirahatan bagi para pedagang. Di antaranya mereka yang melepas lelah setelah seharian berjualan di pasar seberang.

“Kalau di sini bisa dijadikan ramai, pasti tak masalah. Masalahnya dari awal tak selalu ramai,” pungkas Rini. (aya)