
batampos.co.id -Peristiwa percobaan penculikan anak terjadi di Tanjungbalai Karimun, Kamis (23/3). Korbannya siswi kelas 1 SD Negeri 008 Kelurahan Baran, Kecamatan Meral berinisial PAS.
Peristiwa ini berawal sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu korban didekati seorang pria. Pelaku menawari korban permen, dan kemudian dipaksa ke mobil yang sudah menunggu di luar lingkungan sekolah. Namun perbuatan pelaku mendapat perlawanan dari korban. Korban menjerit dan meminta pertolongan.
Takut aksinya diketahui warga, pelaku langsung melarikan diri. Tidak berselang lama, aparat kepolisian yang mendapat laporan, tiba di lokasi.
Camat Meral, Irwan Dinovri yang ditemui di lokasi mengakui ada upaya penculikan terhadap anak pelajar kelas satu SDN 008 tersebut. ”Syukurlah, aksi penculikan berhasil digagalkan. Pelaku berhasil melarikan diri menggunakan mobil,” jelas Irwan Dinovri.
Dikatakan Irwan, ia mengetahui kejadian percobaan penculikan dari istrinya yang saat itu ada acara di sekolah tersebut. ”Mendapat kabar, saya langsung mendatangi sekolah,” ujar Irwan.
Korban kata Irwan sempat melawan dan tidak mau dipegang tangannya oleh pria yang tidak dikenal tersebut. Bahkan korban sempat menggigit tangan pelaku.
Dilihat dari kondisi sekolah yang tidak berpagar, sehingga memungkinkan siapa saja bisa masuk ke lingkungan sekolah. Untuk itu pihak kecamatan akan mengusulkan kepada pada pemerintah daerah agar tahun ini sekolah dapat dibangun pagar.
Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno secara terpisah menyebutkan, ia bersama beberapa orang anggota datang ke sekolah PAS untuk melakukan penyelidikan.
”Sejauh ini memang baru dugaan percobaan penculikan, di tangan sebelah kanan korban terlihat bekas luka gorekan. Saat ditanya, korban masih memberikan keterangan yang berubah-ubah. Mungkin karena masih merasa takut,” ungkapnya.
Dikatakan Dwihatmoko, ciri-ciri pria yang menarik tangan korban saat kejadian menggunakan pakaian warna hijau dan menggunakan topi, tubuh kurus. Sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
Ia menghimbau orang tua dan guru selalu mengawasi anaknya ketika sedang berada di luar rumah dan juga saat beada di jam sekolah. (tri)
