
batampos.co.id – Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, melakukan sosialisasi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 015 Tanjungpinang Timur sebagai langkah antisipasi terkait isu penculikan terhadap anak yang heboh belakang ini, Kamis (23/3).
Dalam Sosialisasi tersebut, Komisi I DPRD Tanjungpinang yang diwakili oleh Rahma, menggandeng Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (BP3AD) Kota Tanjungpinang dan juga pihak Polsek Tanjungpinang Timur yang memberikan pemahaman terhadap pelajar SD agar terhindar dari penculikan anak yang isunya belakangan ini merebak secara nasional.
Ditemui usai memberikan sosialisi terhadap pelajar SD 015 Tanjungpinang Timur, Rahma, mengatakan isu penculikan terhadap anak di Tanjungpinang memang belum terbukti. Namun, jika hal tersebut memang suatu kebenaran, maka harus bisa dicegah.
”Salah satunya, memberikan pengetahuan kepada siswa cara mengenali gerak gerik orang yang diduga sebagai pelaku dan mengantisipasi hal tersebut terjadi,”ujar Rahma.
Dikatakan Rahma, melalui sosialisasi yang dilakukan pihaknya dengan menggandeng BP3AD serta Polsek Tanjungpinang Timur, diharapkan anak bisa mngetahui ciri orang yang tak dikenal dan yang mereka curigai hendak melakukan kejahatan.
”Sosialiasi ini memang sengaja kami lakukan, yaitu seperti yang saya bilang tadi. Agar anak-anak bisa mengenali gerak gerik orang yang dicurigai. Hal ini sebagai langkah mengantisipasi hal tersebut terjadi di Tanjungpinang,”ujar wanita berkerudung tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Efendri Ali, mengatakan melalui sosialisai tersebut. anak dapat meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, pengawasan anak ketika berada di sekolah juga lebih ditingkatkan oleh pihak sekolah.
”Begitu juga peran serta orang tua juga sangat penting untuk selalu mengawasi anaknya,”ujar Efendri.
Dikatakan Efendri, pihaknya dalam hal ini melalui Babinkamtibmas juga telah melakukan sosialisasi ke Sekolah diwilayah hukum Polsek yang dipimpinnya. Bahkan, saat ini pihaknya juga tengah membuat himbauan melalui spanduk, brosur serta pamlet terkait isu penculikan terhadap anak.
”Tujuannya agar minimal masyarakat membaca dan meningkatkan kewaspadaan, sebagai bentuk antisipasiagar terhindar dari hal yang tidak diinginkan,’ucapnya.
Terpisah, Kepala SDN 015 Tanjungpinang Timur, Ramli, mengaku kegiatan sosialiasi yang dilakukan komisi I DPRD Tanjungpinang dan pihak Kepolisian sangat bermanfaat. Sebab, sikap waspada tidak hanya dari guru saja untuk selalu mengawasi murdinya. Tapi, dari diri murid itu sendiri juga sangat penting.
”Kami sangat berterima kasih, karena melalui kegiatan itu, menambah pengetahuan anak didik. Seperti contoh yang disampaikan pak Kapolsek tadi, jangan mau untuk mengikuti orang tak dikenal ketika diajak,”katanya.
Selain kegiatan sosialiasi terkait isu penculikan anak. Rahma, yang merupakan anggota DPRD Tanjungpinang, yang terpilih dari Dapil Tanjungpinang Timur, juga menyerahkan bantu alat kompang untuk SDN 015 itu. Kompang tersebut pun langsung diterima oleh pihak Sekolah.
“Ini (Kompang) untuk kegiatan ekstrakurikuler para pelajar disini,”ucapnya.
Pantauan di lapangan, para pelajar tersebut sangat antusias mendengarkan sosialiasi yang dilakukan oleh Rahma dan juga pihak berwajib. Mereka pun hening dan menjawab ketika Kapolsek Tanjungpinang Timur, menyampaikan hal yang berkatan dengan penculikan anak.(ias)
