Senin, 16 Februari 2026

33 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia

Berita Terkait

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 33 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang akan menuju Malaysia, Sabtu (25/3) lalu.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut Danlantamal IV, Laksamana Pertama TNI, Irawan, menjelaskan upaya penggagalan penyelundupan ini bermula dari ditemukannya 3 TKI yang sedang berenang di alur pelayaran Pelabuhan Bandar Bentan Telani, oleh tim WFQR yang pada saat itu sedang melakukan patroli laut.

“Saat ditemukan ketiga TKI ini mencoba mencari bantuan di tengah laut, sambil berteriak minta tolong,” jelas Irawan saat menggelar ekspose di Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Lagoi, Minggu (26/3).

Lanjut Irawan, WFQR Lantamal IV langsung melakukan proses evakuasi terhadap ketiga TKI tersebut, menuju Posmal Lagoi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan menggali keterangan lebih lanjut.

“Berdasarkan keterangan yang didapatkan. Ketiganya mengaku bagian dari 33 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan dari Batam menuju Malaysia, karena boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran,” ungkapnya.

Ia menuturkan setelah dilakukan pendalaman dan analisa dari keterangan yang diberikan oleh ketiga TKI tersebut, didapatkan informasi ternyata masih ada 30 TKI ilegal lain yang saat itu masih berada di Pulau Panjang.

“Begitu mendapat informasi lanjutan. Tim langsung bergerak kembali menjemput 30 TKI itu menggunakan Patkamla Lingga,” sebutnya.

Komandan Lantamal IV ini juga menghimbau kepada TKI yang akan berangkat ke luar negeri, agar menggunakan agen penyalur yang resmi, dengan demikian keberadaan mereka diluar negeri, tentunya terdata dan terpantau oleh pemerintah.

“Sudah banyak kecelakaan laut yang menimpa TKI. Bahkan merenggut nyawa mereka. Hendaknya ini bisa dijadikan pelajaran untuk menghentikan pengiriman TKI secara ilegal,” ujarnya.

Mantan Komandan Satuan komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar tersebut menegaskan tim WFQR Lantamal IV, tidak akan pernah lelah untuk terus menjaga dan mengawal keamanan setiap jengkal perairan Kepri.

“Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Laantamal IV untuk terus menjaga keamanan setiap jengkal perairan Kepri. Semua yang dilakukan oleh prajurit WFQR Lantamal IV semata-mata adalah tugas yang diamanahkan oleh negara,” tegasnya.

Irawan menambahkan, tim WFQR akan melakukan pendalaman terhadap 33 TKI untuk mengungkap siapa yang menjadi aktor dibalik pengiriman TKI Ilegal tersebut.

“Lantamal IV akan melakukan koordinasi dengan instansi BNP2TKI untuk penanganan lebih terhadap 33 TKI ini,” imbuhnya. (cr20)

Update