
batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Ashadi Selayar mengaku miris melihat kondisi bangunan Laman Boenda dan Gedung Gonggong. Sebab proyek kawasan rekreasi keluarga dengan biaya APBD 2016 sebesar Rp 14,3 miliar itu sudah rusak parah.
“Belum setahun Laman Boenda dan Gedung Gonggong sudah rusak parah. Kami minta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Tanjungpinang segera memperbaikinya sebelum menelan korban,” ujar Ashadi ketika dikonfirmasi, Kamis (30/3).
DPRD Tanjungpinang, kata Ashadi merekomendasikan agar Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tanjungpinang serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Tanjungpinang untuk membangun kembali batu mereng penopang Laman Boenda dan Gedung Gonggong. Jika tidak segera dibangun, kedua bangunan diatasnya akan ambruk dan bisa menelan korban jiwa.
Selain batu mirting, lanjut Ashadi, kerusakan juga terjadia pada dinding kaca Gedung Gonggong. Kaca dilantai dua sebelah barat dan timur gedung tersebut retak bahkan hampir berjatuhan.
Memang masa pemeliharaan kedua bangunan itu akan berakhir 28 April mendatang. Namun untuk pelaksanaannya hanya mampu memperbaiki bagian kaca yang retak saja. Sedangkan untuk memperbaiki batu miring tidak bisa dilakukan saat ini juga karena besaran anggaran pemeliharannya hanya tersisa sedikit.
Agar area batu miring itu tak menelan korban jiwa, sambung Ashadi, Dinas PUPR maupun DKPP harus memasang plang peringatan agar area itu tak dijadikan tempat permainan anak-anak.
“Untuk memperbaiki batu miring yang ambruk tidak dapat dilakukan tahun ini juga. Melainkan pelaksanaannya harus dianggarkan tahun depan,” jelasnya.
Seketaris Dinas PUPR Tanjungpinang, Amrialis mengaku akan memperbaiki batu miring yang mulai keropos dan rawan amblas. Namun perbaikannya tak dapat dilakukan tahun ini juga sebab masa pemeliharannya akan habis.
“Kami akan memperbaiki batu miring yang amblas itu. Tapi pelaksanaannya dilakukan melalui anggarka tahun depan. Untuk sementara kami akan pasang plang peringatan dulu agar tak ada korban jiwa diarea batu miring tersebut,” ungkapnya. (ary)
