
batampos.co.id – Kepala Perwakilan PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang Divisi Kijang, Khoiruddin Lubis mengatakan Pelindo I Cabang Tanjungpinang sangat optimis tahun ini aktivitas bongkar muat peti kemas (kontainer) di Pelabuhan Sri Bayintan (SB) Kijang mengalami kenaikan 20 persen. Sebab kapal muatan dari Aceh, Medan, dan Kalimantan yang berangkat dari Pelabuhan Belawan direncanakan akan berlabuh dipelabuhan ini.
“Tahun ini direncanakan kapal-kapal bermuatan logistik dari Pelabuhan Belawan akan bongkar muat di Pelabuhan SB Kijang,” ujar Khoiruddin ketika dikonfirmasi, kemarin.
Di tahun sebelumnya, kata Khoiruddin, kapal bermuatan peti kemas yang bongkar muat di Pelabuhan SB Kijang hanya sebagaian dari Pulau Sumatera dan Jawa saja. Sehingga kenaikan aktivitas bongkar muat peti kemasnya hanya berkisar 5-10 persen.
Untuk 2015, lanjut Khoiruddin, peti kemas yang bongkar diatas lapangan seluas sekitar satu hektare itu hanya 9.382 boks peti kemas pertahun. Kemudian 2016 bertambah signifikan sebanyak 11.500 boks peti kemas pertahun. Dengan bertambahnya kapal dari Pelabuhan Belawan yang berlabuh di Pelabuhan SB Kijang diprediksikan peti kemas yang dibongkar mencapai 14.000 sampai 15.000 peti kemas pertahunnya.
“Meskipun hanya sebagian kapal dari beberapa daerah. Bongkar muat kontainer mengalami kenaikan. Apalagi ada penambahan kapal dari daerah lain pastinya naik,” bebernya.
Ditanya persiapan untuk mengatasi lonjakan bongkar muat, Khoiruddin mengaku akan membenahi dan memperluas lapangan untuk bongkar muat peti kemas. Bahkan Pelindo I juga menyediakan lapangan cadangan untuk bongkar muat diluar areal Pelabuhan SB Kijang seluas lima hektare.
Selain perluasan lahan, sambung Khoiruddin, Pelindo I juga akan meningkatkan fasilitas lainnya. Seperti menambah lori pengangkut muatan kontainer dan alat crane yang mengangkat atau memindahkan kontainer dari kapal ke lapangan.
“Lapangan bongkar muat di Pelabuhan SB Kijang bisa menampung 770 boks kontainer sekaligus. Jikapun tak muat kita sudah sediakan lapangan di Kelurahan Seilekop seluas lima hektare. Jadi kami sudah siap siaga dengan kenaikan bongkar muat itu,” ungkapnya. (ary)
