Selasa, 17 Februari 2026

Di Tanjungpinang, Harga Cabai Turun 40 Persen

Berita Terkait

Harga cabe merah mengalami penurunan. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Selama dua pekan terakhir, harga cabai di Tanjungpinang turun. Bila sebelumnya pe­me­das masakan ini bisa men­capai lebih dari Rp 80 ribu per satu kilogramnya, kini lebih murah 40 persen.

Pantauan Batam Pos di Pasar Baru Tanjungpinang, Jumat (31/3) , harga seki­logram jenis cabai setan hanya Rp 50 ribu untuk satu kilog­ramnya.

“Padahal biasanya paling murah buat cabai impor ini Rp 80 ribu lho,” kata Rajas, seorang pedagang cabai di pasar.

Penurunan harga cabai tidak sekadar varian impor. Harga cabai hijau lokal dari petani Bintan juga turun sekitar 40 persen. Bila sebelumnya harga mencapai Rp 60 ribu paling murah, kini kata Rajas, cabai hijau ini bisa dibeli cukup Rp 22 ribu per kilogramnya.

“Kalau cabai Jawa sekarang harganya Rp 34 ribu dan cabai rawit Rp 48 ribu,” ungkap Rajas.
 
Penuruna harga ini, disinyalir Rajas lantaran panen cabai melimpah di sejumlah wilayah penghasil. Kemudian juga dipengaruhi tekstur cabai yang tidak bisa disimpan dalam waktu cukup lama. Sehingga membuatnya harus habis dalam waktu tertentu ketim­bang membusuk.

“Ya kalau dita­han lama-lama, semuanya rugi. Mau itu petani, distri­butor, atau pun pedagang,” kata Rajas.

Turunnya harga cabai ini membuat beberapa pembeli belanja dalam skala lebih banyak dari biasanya. Seperti yang dilakukan Widia, seorang ibu rumah tangga.

“Lumayan kalau turun segini. Saya lang­sung beli dua kilo, saya simpan di kulkas. Takut kalau cuma beli setengah kilo eh besok naik lagi,” ungkap warga Batu Tiga ini. (aya)

Update