batampos.co.id – Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Bintan akan memasukan warisan budaya Provinsi Kepri ke dalam Museum Bahari Bintan di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang. Warisan budaya itu akan dikemas dan dipajang dalam sebuah kotak kaca berbentuk kubus dengan ukuran sekitar 100 centimeter persegi.
“Seluruh warisan budaya yang ada di Kepri akan kita masukan ke dalam Museum Bahari. Tapi warisan budaya itu hanya berbentuk miniatur saja yang dibuat sama percis kayak aslinya,” ujar Kepala Disbudpora Bintan, Makhfur Zurachman ketika dikonfirmasi, Senin (3/4).
Tahap pertama miniatur yang akan dibuat, kata Makhfur adalah benda bersejarah dari Kabupaten Bintan. Seperti Relief Antam Kijang, Tugu Antam Kijang dan Tugu Jalan Merdeka. Kemudian miniatur itu diberikan dioramanya atau keterangan asal usul dan sekilas cerita sejarahnya.
Setelah itu, lanjut Makhfur akan dibuat miniatur benda sejarah dari kabupaten/kota lainnya. Tujuannya agar pengunjung dapat melihat bentuk asli serta memperoleh informasi tentang peninggalan sejarah yang ada Provinsi Kepri.
“Jika ini terealisasi, wisatawan mancanegara dan lokal tak hanya menikmati keindahan pantai Bintan saja. Tapi mereka bisa melihat benda bersejarah yang ada di Kepri didalam sebuah ruangan. Pastinya ini akan menjadi daya tarik baru disini,” jelasnya.
Ditanya persiapan untuk mengembangkan program pembuatan miniatur itu, Makhfur mengatakan tahun ini direncanakannya untuk pengembangan Museum Bahari itu dulu. Dana yang telah dialokasikan untuk pengembangan museum itu sebesar Rp 214.000.000.
Sedangkan untuk pembuatan miniaturnya akan digesa melalui APBD Perubahan 2017. Namun jika keuangan daerah masih dilanda defisit maka pelaksanaannya dilakukan melalui APBD Murni 2018 mendatang.
“Dana Rp 214.000.000 itu untuk penyediaan fasilitas perlindungan benda warisan budaya atau pembuatan kotak kaca berbentuk kubus. Jika tempatnya sudah selesai maka kita usulkan anggaran pembuatan miniaturnya. Semoga saja tahun ini bisa terealisasi jika tidak terpaksa tahun depan,” ungkapnya. (ary)

