batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, KEK merupakan kebutuhan bagi percepatan pembangunan pariwisata di Kepri. Karena itu Gubernur juga ingin menata Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri.
“Kita mengharapkan tidak ada masyarakat yang membuang sampah ke laut. Karena berada kita adalah laut, maka jangan dikotori dengan sampah,” ujar Gubernur Nurdin dalam kata sambutan Rapat Koordinasi Pariwisata Kepri di Hotel Aston, Tanjungpinang, Senin (4/3) .
Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, Kawasan NAL memang menjadi prioritas pembangunan pariwisata ke depan. Sehingga bisa sejajar dengan daerah-daerah lain yang ada di Kepri. Pembangunan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan dan bandara. Masih kata Gubernur Nurdin, untuk menjaga keindahan bahari di Natuna dan Anambas, pihaknya menolak adanya investasi-investasi berat yang tidak ramah lingkungan.
“Kita harus belajar dari kejadian rusaknya berbagai terumbu karang langka di Raja Ampat, Papua. Di Kepri, Natuna-Anambas khususnya harus menjadi perhatian kita bersama,” papar Gubernur Nurdin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengatakan target 3 juta wisman yang diberikan Kemenpar untuk Provinsi Kepri merupakan target besar dan membutuhkan kerja keras untuk mewujudkannya. Menurut Buralimar, pihaknya sudah merancang berbagai kegiatan wisata yang berbasis bahari. Seperti Festival Padang Melang, Anambas, Sail Bintan, Festival Senoa, Natuna, Festival Penawar Rindu, Batam, Festival Penyengat, Tanjungpinang.
“FBK menjadi puncak kegiatan kita di 2017 ini. Selain wisman yang bertambah, kita juga mengharapkan kapal-kapal yacht yang datang juga mingkat jumlahnya. Kalender wisata Kepri 2017 juga sudah kita sebar di pintu-pintu masuk Internasional yang ada di Kepri,” tambah Buralimar. (jpg)

