
batampos.co.id – Murah, tapi banyak cemasnya. Demikian kelakar yang dirasakan para penumpang pesawat Lion Air rute Tanjungpinang – Jakarta, yang mengalami penundaan dua jam lebih, Senin (3/4).
Maskapai Lion Air banyak menjadi pilihan masyarakat Tanjungpinang yang hendak terbang ke Jakarta. Kendati ada dua maskapai lain, disinyalir harga tiket yang lebih murah adalah alasan utama memilih penerbangan dengan jadwal berangkat pukul 10.35 WIB tiap harinya itu.
Ada rupa ada harga. Tarif yang lebih murah tidak lantas membuat maskapai ini lebih nyaman untuk dinaiki. Utamanya, perihal jadwal yang kerap beralih.
Senin (3/4) kemarin, penundaan berlangsung selama 150 menit. Jadwal terbang yang seharusnya pukul 10.35 WIB digeser menjadi pukul 13.05 WIB. Sontak membuat para penumpang yang sudah di ruang tunggu bandara Raja Haji Fisabilillah mengeluh, beberapa lagi mengumpat, tapi tidak sedikit yang menanggapinya dengan jenaka.
“Udah perasaan dari tadi pagi. Eh benar, kayanya bisa jadi dukun nih,” kata Suyanto, seorang penumpang, kepada kawannya.
Jika Suyanto santai sekali menghadapi delay dan menunggunya sambil menyicil tugas kerja di balik laptop, tidak dengan beberapa penumpang lain yang masih menggerutu. Seakan tak percaya dengan pengumuman yang baru terdengar, mereka berdiri dan mendekati kaca pembatas.
Sementara itu di sisi lain, beberapa penumpang yang kesal memilih meninggalkan ruang tunggu. Mereka meluru keluar bangunan bandara. Tujuannya kedai kopi yang berada di pintu masuk gedung. “Bawa ngopi dululah, biar tenang,” ucap seorang penumpang berjaket kulit seraya mengajak temannya.
Manajer Umum Lion Air Cabang Tanjungpinang, Handoko menjelaskan delay penerbangan selama 150 menit bukan lantaran faktor cuaca. “Karena walau mendung, sebenarnya cuaca sekarang ini tidak menghambat penerbangan,” kata Handoko pada Batam Pos.
Delay ini terjadi lebih dikarenakan urusan teknis di Jakarta. Kata Handoko, di Bandara Soekarno Hatta sedang terjadi rotasi kru. Sehingga menganggu jadwal penerbangan dari dan ke Tanjungpinang.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Ke depannya, kami akan usahakan rotasi kru tidak sampai menyebabkan delay. Lagi pula di Tanjungpinang, baru sekali ini delay selama seminggu terakhir,” pungkas Handoko. (aya)

