Rabu, 6 Mei 2026

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 10 Ribu Slop Rokok H-Mild dari Batam

Berita Terkait

 

batampos.co.id – Setelah mengintai cukup lama akhirnya speed boat pembawa rokok tanpa cukai yang akan diseludupkan berhasil di tangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam pada pukul 23.00 WIB (Senin 3/4).

Speedboat tanpa nama tersebut merupakan TO/Target Operasi WFQR IV yang terkenal licin, dengan bermesin 200 PK 3 buah pada Posisi 0°36′ 727″ U – 104° 17′ 206″ T diperairan Tg.Cakang P.Galang dengan muatan rokok tanpa cukai sebanyak 125 box (10.000 Sloop)

Menurut Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S.Irawan mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tim WFQR IV Lanal Batam, speed boat tanpa nama dengan ABK 3 orang dan tujuan Tanjung Dato Pulau Kijang, mengangkut rokok tanpa cukai merk H-Mild produksi Batam.

“Dugaan pelanggaran antara lain tidak ada SPB, tidak ada dokumen kapal dan tidak ada dokumen muatan dengan modus operandi patut diduga rokok tersebut berasal dari Batam yang akan diselundupkan lewat laut secara ilegal (tanpa cukai) ke Pulau Kijang dan akan dilanjutkan ke wilayah lain. Modus yang mereka gunakan barang-barang tersebut dimasukkan ke speed boat pada malam hari untuk menghindari petugas dan kemudian membawa keluar dari Batam secara sembunyi-sembunyi bila memungkinkan mereka bergerak cepat dengan berkoordinasi menggunakan HP dengan orang-orang mereka yang sudah menunggu di pelabuhan tertentu bila aman mereka akan masuk ”.jelas Irawan dalam rilis Dispen Lantamal IV Tanjungpinang yang diterima batampos.co.id siang tadi.

Sampai saat ini barang bukti speed boat dan rokok di serahkan ke Patkamla Kal Nipa dan dikawal menuju dermaga Mako Lanal Batam guna penyelidikan lebih lanjut, dari kalkulasi sementara potensi kerugian Negara diperkirakan mencapai Rp 1 Milyar.

Danlantamal telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran dibawahnya agar terus meningkatkan pengawasan terutama jalur-jalur pelabuhan tikus yang ada diseluruh wilayah kerja Lantamal IV agar upaya-upaya penyeludupan seperti ini dapat kita tekan.

Dijelaskan pula bahwa kita akan mengamankan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk memberantas segala bentuk kegiatan illegal diatau lewat laut terutama penyeludupan yang merusak tatanan perekonomian bangsa Indonesia.

“Walaupun TNI AL memiliki keterbatasan sarana, namun hal itu bukan penghalang bagi WFQR IV untuk melaksanakan tugas karena kita mempunyai pola operasi yang seluruh wilayah Kepri sudah kita petakan titik-titik mana yang mempunyai tingkat kerawanan yang tinggi” Jelas Irawan.

Untuk itu Danlantamal IV terus berkoordinasi dengan aparat yang mempunyai kewenangan dilaut, untuk bersama-sama memberantas kegiatan illegal seperti penyeludupan rokok, hal ini terus kita intensifkan koordinasi yang mantap agar stigma negatif tentang wilayah kepri sarang penyeludupan tidak ada lagi.(ska)

Update