Senin, 23 Februari 2026

Usai Terima Uang, Slamet Telepon Dirut

Berita Terkait

Tersangka kasus Pungli Lapak Slamet (kanan) mengikuti rekonstruksi yang digelar Polda Kepri di Pasar bintan Centre Tanjungpinang, Kamis (6/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Subdit Tipikor Polda Kepri, menggelar rekonstruksi terhadap Slamet, karyawan BUMD yang ditangkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar (pungli) sewa lapak dan kios di Pujasera pasar Bintan Center tempat terjadinya pungli. Termasuk kantor BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama, di Jalan Plantar Mutiara III, Kamis (6/4) pagi.

Rekonstruksi dimulai dari kedatangan tersangka Slamet ke pujasera dan bertemu dengan saksi Haryanto, yang hendak membayar uang untuk menyewa lapak untuk berdagang di pasar Bintan Centre.

“Ada 32 adegan dalam rekonstruksi itu. 17 adegan dilakukan di Pasar Bintan Centre dan 15 adegan di kantor BUMD,” ujar Kasubdit Tipikor Polda Kepri, AKBP Arif Budiman, ditemui disela-sela rekonstruksi di Pasar Bintan Centre.

Dikatakan Arif, adegan yang diperagakan oleh tersangka sesuai dengan pengakuannya dan keterangan sejumlah saksi didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tim penyidik sesuai petunjuk jaksa.

“Adegannya dari tersangka menerima uang. Kemudian menyerahkan kembali ke saksi lainnya dan juga menelpon Direktur Utama BUMD bahwa uang sudah diterimanya,” kata Arif.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Tanjungpinang, Kompol Jhon Heri Sitepu menambahkan rekonstruksi dilaksanakan untuk bahan bukti di pengadilan saat persidangan.

“Kegiatan rekonstruksi mulai jam 10 pagi sampai selesai aman dan tidak ada kendala sama sekali,” ungkapnya.

Dalam melakukan pengamanan kata Sitepu, pihaknya menurunkan hampir seluruh kekuatan personel Polres Tanjungpinang dibantu Polsek Kota.

“Karena ini kan (rekonstruksi) ditempat umum dan banyak warga yang menyaksikan. Makanya hampir seluruh personel kami siagakan baik yang berpakaian dinas maupun preman,” ucapnya.

Pantauan di lapangan, rekonstruksi di pujasera Pasar Bintan Centre, disaksikan ratusan masyarakat maupun pedagang. Polisi yang berjaga disebar kesejumlah titik untuk melakukan pengamanan di lokasi kegiatan. (ias)

Update