
batampos.co.id – Warga Kampung Belimbing Bengkong hampir setiap malam begadang menampung air PT Adhya Tirta Batam (ATB). Pasalnya, di wilayah itu air hanya mengalir di malam hari. “Hidup hanya malam saja, itu pun Pukul 00.00 WIB ke atas. Capek kita begadang malam,” kata warga RW 04 Kampung Belimbing, Khadijah, Rabu (12/4/2017).
Menampung di malam hari terpaksa ia lakukan agar mendapatkan jatah air bersih untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Mulai datri memasak, mencuci piring, mandi, hingga kakus. “Kalau tidur ya tak dapat air. Susah kalau begini terus,” keluhnya.
Warga lain Hendri Setiawan mengatakan, warga sering menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak ATB, baik lisan maupun tulisan. Namun, belum ada perubahan yang berarti sejak air ATB masuk wilayah ini lima tahun silam. “Setiap kami tanya, ada perbaikan, ada perbaikan. Itu saja jawabannya,” katanya.
Sementara itu, Public & Media Relation Officer ATB, Wijanarko Iksa mengaku di wilayah tersbut memang kerap mengalami gangguan suplai air. Namun demikian dia mengklaim, pasokan air di wilayah ini terus membaik. “Sekarang Hidup, walau malam saja. Dulu bisa dua hari mati baru hidup lagi,” kata Iksa.
Dia paham, masyarakat membutuhkan pasokan air 24 jam. Untuk itu, pihaknya terus melakukan peningkatan jaringan air agar aliran air semakin lancar. “Kita akan terus lakukan penguatan jaringan,” katanya. (cr13)
