Iklan

batampos.co.id – Kepala Desa Batu Berdaun Zainal menyayangkan data warga penerima raskin di desanya tidak sesuai dengan kondisi terakhir masyarakatnya. Dari 115 warga yang telah didata desa hanya sebanyak 91 warga saja yang mendapat jatah raskin di desa tersebut.

“Apalagi data 91 itu bukan data terbaru. Itu data lama, ada yang sudah pindah dan sebagainya,” ujar Zainal ketika dimintai keterangan, Minggu (30/4) pagi.

Zainal menambahkan, data 91 warga penerima raskin di Desa Batu Berdaun tidak sesuai dengan kondisi terbaru yang ada di lapangan. Sedangkan data 115 warga yang masuk dalam kategori penerima raskin sebenarnya telah masuk dalam validasi Kantor Desa dan sesuai dengan kondisi terakhir sekaligus sesuai survei lapangan yang dilakukan desa.

Artinya ada 24 warga yang membutuhkan tidak dapat bantuan raskin. Selain memang hak mereka untuk mendapat jatah raskin, mereka juga masih sebagai warga Desa Batu Berdaun yang berhak menerima jatah raskin tersebut.

Untuk itu, Zainal mengaku bingun dengan kondisi data yang yang diberikan Dinas Sosial. Selain jumlah yang kurang, data tersebut juga bersumber dari hasil survei beberapa tahun yang lalu. Sehingga Zainal mengharapkan adanya upaya perubahan data agar sesuai dengan kondisi lapangan yang sebenarnya.

“Jika ada koordinasi yang baik antara desa dan dinas bersangkutan, tentu tidak akan terjadi kesalahan data ini,” ujar Zainal.

Data menjadi salah satu alasan terjadinya kesalahan pemberian raskin atau bantuan sosial lainnya. Seharusnya data yang ada melalui survei dan tinjauan lapangan sebelum dijadikan acuan. Karena kondisi perekonomian yang saat ini semakin terpuruk, menjadikan masyarakat sangat membutuhkan bantuan. (wsa)

Advertisement
loading...