Minggu, 19 April 2026

Di Batam, Pedagang Barang Bekas Menjamur

Berita Terkait

Ali Munar, seorang pedagang barang seken sedang menyusun barang dagangan yang siap ditawarkan kepada pelanggan, Sabtu (1/4). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah pedagang kaki lima barang bekas di Batam semakin menjamur ditengah kelesuan perekonomian. Tak hanya pedagang, jumlah peminat barang bekas ini pun semakin meningkat.

Menjamurnya pedagang barang bekas dapat terlihat disejumlah tempat. Para pedagang biasanya membuka lapak mereka sekitar pukul 18.00 WIB. Seperti yang terlihat di kawasan Seipanas, terdapat beberapa titik pedagang pakaian bekas yang membuka lapak di tepi jalan raya.

“Buka sampai jam 11 malam, tergantung pembeli dan cuaca. Kalau tak hujan dan ramai bisa buka sampai jam 1 malam,” terang salah seorang pedagang yang enggan namanya disebut, Minggu (30/4) malam.

Menurut dia, tak semua barang bekas yang didagangkannya. Ia lebih fokus untuk berjualan sepatu dan tas karena peminatnya lebih banyak.

“Barang-barang kita pilihan. Harganya bervariasi berkisar Rp 30 ribu hingga ratusan ribu, tergantung kondisi dan merek,” bebernya.

Pemadangan hampir serupa juga banyak dijumpai di kawasan Batamcenter, Tiban, Jodoh hingga Batuaji. Para pedagang mengembangkan lapak dan memajang beraneka ragam sepatu. Biasanya sepatu yang dengan kondisi bagus akan dibungkus dan harganya lebih mahal dibanding sepatu yang ditumpuk.

Andi warga Bengkong yang saat itu berbelanja sepatu bekas mengaku lebih memilih barang bekas ketimbang baru. Selain karena harga kualitas lebih bagus, harga sepatu bekas pun jauh lebih murah dibanding baru.

“Kalau baru kita tak sanggup belinya, padahal ingin sepatu. Makanya beli yang bekas,” terangnya, Senin (1/5).

Menurut dia, saat ini untuk mendapatkan barang bekas yang berkualitas cukup mudah. Karena sudah banyak dijajakan di pinggir jalan.

“Sudah ada dimana-mana. Harganya tergantung kita. Intinya pandai-pandai nawar aja,” beber Andi. (she)

Update